Pangeran Saudi: Saya lebih suka kehilangan leher daripada menghapus komentar anti-UEA

233

Pangeran Abdulaziz bin Fahd dari Arab Saudi, putra Raja Arab Saudi terdahulu, mengatakan bahwa dia bersedia kehilangan lehernya daripada menarik ucapannya di Twitter yang berisikan kecaman terhadap pemerintah UEA dan Putra Mahkota Abu Dhabi, Muhammad Bin Zayed.

Bin Fahd menyuarakan kritik keras UEA selama beberapa minggu terakhir ini. Dia tidak hanya meminta umat Islam di seluruh dunia untuk “memperjuangkan Al-Aqsa” ketika Israel menodai masjid suci tersebut pada bulan Juli dengan mengambil langkah-langkah keamanan yang melanggar hak-hak warga Palestina, dia juga menerbitkan beberapa tweet yang menyerang para penguasa di UEA.

Beberapa minggu yang lalu dia menggambarkan Bin Zayed dari UEA sebagai “penjahat” dan “pengecut”. Tweet tersebut merupakan respons terhadap gambar yang dibuat oleh warga Emirat yang menyertakan foto Raja Saudi Salman dan Bin Zayed. Bin Fahd dalam pernyataannya, menggambarkan UEA sebagai “penipu” dan mengatakan bahwa Bin Zayed memiliki “wajah setan hitam”.

Komentar Bin Fahd sangat berbeda dengan kebijakan penguasa Saudi yang dengan dukungan dari UAE, Mesir dan Bahrain, telah memberlakukan blokade di Qatar. Beberapa pengikut Twitternya menyatakan protes terhadap komentar tentang Bin Zayed dan meminta agar dia menghapusnya.

Namun Bin Fahd menolak untuk menghapus komentar dan mengatakan: “Saya lebih suka kehilangan leher saya daripada menarik komentar saya kecuali jika hal itu bertentangan dengan Allah dan utusan Nya (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam).”

Middle East Monitor

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY