OKI mengecam Iran atas campur tangan regional dan dukungan pada terorisme

2080

Organisasi Kerjasama Islam (OKI) di akhir KTT pada hari Jumat menyesalkan “campur tangan” Iran di negara-negara regional termasuk Bahrain, Yaman, Suriah, dan Somalia dan tentang aksi mereka yang terus-menerus “mendukung terorisme.”

“Konferensi ini menyesalkan campur tangan Iran dalam urusan internal negara di wilayah ini dan negara-negara anggota lainnya termasuk Bahrain, Yaman, Suriah, dan Somalia, dan dukungan untuk terorisme,” kata OKI.

Resolusi akhir dari dua hari pertemuan puncak OKI di Istanbul menekankan perlunya hubungan kerjasama antara Negara-negara Islam dan Iran yang “harus didasarkan pada prinsip bertetangga yang baik, non-campur tangan dalam urusan dalam negeri, menghormati kemerdekaan dan kedaulatan teritorial, menyelesaikan perbedaan dengan cara damai sesuai dengan piagam OKI dan PBB dan prinsip-prinsip hukum internasional, dan menahan diri dari penggunaan atau ancaman kekerasan. ”

OKI juga menyebutkan serangan yang mentargetkan kedutaan Arab Saudi di ibukota Iran Teheran dan konsulat Saudi di timur laut kota Masyhad, adalah sebuah “pelanggaran mencolok dari Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik.”

Pemrotes Iran menyerang kedutaan Saudi di Teheran dan membakarnya, setelah Arab Saudi mengeksekusi 47 orang atas tuduhan terorisme, termasuk tokoh terkemuka Syiah Nimr Baqir al Nimr.

Nimr Baqir al Nimr diduga memimpin protes massa melawan pemerintah Saudi di timur Provinsi Qatif sebelum penangkapannya pada bulan Juli 2012.

Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada bulan Januari dan menarik dipomatnya dari kedutaan dan konsulat di kota timur laut Masyhad. Setelah Saudi memutuskan hubungan dengan Iran, beberapa negara Muslim lainnya mengikuti langkah yang sama.

OKI juga “menolak pernyataan inflamasi Iran pada pelaksanaan keputusan pengadilan terhadap pelaku kejahatan teroris di Kerajaan Arab Saudi, mengingat pernyataan-pernyataan gangguan terang-terangan dalam urusan internal Kerajaan Arab Saudi yang bertentangan dengan PBB Piagam, Piagam OKI dan semua perjanjian internasional. ”

Masa Depan Suriah

OKI menyatakan keprihatinan serius atas kekerasan yang sedang berlangsung dan pertumpahan darah di Suriah dan menyerukan untuk menjaga persatuan, kemerdekaan, kedaulatan dan integritas teritorial Suriah.

OKI juga menekankan dukungan untuk proses politik “di bawah naungan PBB, dengan maksud untuk menerapkan transisi politik Suriah yang dipimpin warga Suriah yang akan memungkinkan membangun Negara Suriah baru berdasarkan pluralis, non-sektarian, sistem demokrasi dan sipil di mana ada prinsip-prinsip persamaan di depan hukum, supremasi hukum dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. ”

Konferensi ini menekankan perlunya untuk mengimplementasikan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2254 yang mendukung peta jalan internasional bagi proses perdamaian di perang Suriah yang sejauh ini telah menewaskan sedikitnya 300.000 jiwa dan menyebabkan lebih dari 10 juta orang mengungsi.

Kami adalah Muslim 

Dalam pidato di konferensi pers penutupan KTT OKI , Presiden Turki Tayyip Erdogan menyatakan urgensi untuk mendamaikan perpecahan.

“Kami adalah Muslim, kami tidak akan membiarkan Islam dipecah belah,” katanya.

Sehari sebelum puncak KTT, Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak para delegasi untuk menghindari menyuarakan pesan memecah belah.

“Tidak ada pesan yang akan menjadi bahan bakar pemecah belah dalam komunitas Islam yang akan dinyatakan dalam konferensi,” kata Rouhani, menurut televisi pemerintah Iran.

Pada hari Kamis, Erdogan mengatakan OKI telah sepakat untuk mempererat kerja sama memerangi terorisme dan akan mendirikan pusat koordinasi berbasis di Istanbul untuk menjalin kerjasama kepolisian yang lebih besar.

Dukungan untuk Azerbaijan

Deklarasi akhir menunjukkan dukungan untuk Azerbaijan, yang telah terlibat bentrok dengan Armenia pada awal April.

OKI mengutuk agresi Armenia  terhadap Azerbaijan dan meminta Armenia untuk menarik pasukan bersenjatanya dari Karabakh yang diduduki.

Negara-negara anggota OKI juga membentuk kelompok koordinasi untuk konflik dalam organisasi di tingkat menteri luar negeri . Pertemuan pertama telah diadakan selama KTT di Istanbul.

Wilayah Karabakh, yang diakui secara internasional sebagai milik Azerbaijan secara resmi, telah diduduki oleh etnis Armenia sejak gerakan separatis mengambil alih wilayah tersebut pada tahun 1994 setelah tiga tahun bentrokan berdarah.

Pada awal April, pertempuran antara pasukan Azerbaijan dan pasukan etnis Armenia di perbatasan yang diduduki di Karabakh mengakibatkan kematian lebih dari 270 personil militer, menurut Kementerian Pertahanan Azerbaijan.

Selain itu, deklarasi akhir OKI menyatakan “dukungan kuat” untuk Republik Turki Siprus Utara dan menyatakan dukungan untuk penyelesaian negosiasi di pulau tersebut.

TRT World

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY