NGO Turki meluncurkan kampanye bantuan besar-besaran untuk Aleppo

2170

Universitas Marmara Istanbul telah mengirimkan 250.000 pakaian dan 125 paket bantuan pangan besar ke kota Aleppo, Suriah sebagai bagian dari kampanye yang dipelopori oleh mahasiswa teologi di universitas tersebut, kata sebuah pernyataan.

Salah satu relawan, mahasiswa teologi Abdulhamit Altintas, mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Kamis bahwa tiga truk penuh pasokan bantuan telah dikirim ke keluarga yang dilanda perang di Aleppo.

Secara terpisah, kepala Yayasan Yardim Eli (Helping Hand) Turki mengumumkan bahwa mereka juga akan bergabung dengan kampanye bantuan raksasa pada hari Kamis. Dia menggarisbawahi bahwa situasi di Aleppo semakin buruk dan orang-orang di sana memerlukan bantuan mendesak.

Ali Yalçın, yang mengepalai serikat pegawai negeri sipil terbesar di Turki ‘Memur-Sen, juga mengumumkan bahwa pada 14 Desember mereka akan mulai menghimpun dana untuk mengirim konvoi bantuan kemanusiaan besar untuk Aleppo.

“Kami juga akan mengadakan pawai besar pada 16 Desember untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah ini,” kata Yalçın.

Memur-Sen menjalankan kampanye bantuan dengan Yayasan Bantuan Kemanusiaan Turki, atau IHH, dan mereka berencana untuk mengirim 100 ton tepung ke Suriah, kepala IHH mengumumkan hari Kamis.

Konvoi 20-truk akan berangkat dari provinsi perbatasan selatan Turki, Hatay untuk mencapai Aleppo, kata Ketua IHH Bulent Yildirim.

“Kami selama ini menghasilkan 2 juta potong roti setiap hari di Suriah, tapi sekarang jumlah itu telah turun menjadi sekitar 500,000-600,000. Kita perlu membuka jalan ke Aleppo untuk memberikan bantuan,” kata Yildirim.

Penduduk Aleppo Hassan Abu-Obeyd mengatakan kepada Anadolu Agency, “Orang-orang tidak bisa mendapatkan roti setiap hari.”

Majid Usman, perwakilan Asosiasi Pertahanan dan Persaudaraan Kemanusiaan (IMKANDER) dari Aleppo, sebuah asosiasi hak asasi manusia dan bantuan kemanusiaan yang didedikasikan untuk melindungi hak-hak pencari suaka, mengatakan bahwa karena penembakan intens dan serangan terhadap warga sipil di Aleppo, mereka harus berjuang keras untuk menemukan obat-obatan dan makanan.

Usman setuju bahwa koridor bantuan harus dibuka ke Aleppo untuk memungkinkan organisasi kemanusiaan memberikan pasokan bantuan.

Sejak pertengahan November, lebih dari 775 warga sipil telah terbunuh dan 2.500 terluka dalam serangan rezim pada wilayah Aleppo yang dikuasai oposisi, menurut pejabat pertahanan sipil setempat.

Pemboman sengit telah memaksa sebagian rumah sakit kota untuk menghentikan operasi sementara sebagian besar kegiatan akademik juga telah ditangguhkan.

Eskalasi baru-baru ini terjadi di tengah upaya ezim Assad yang didukung Rusia untuk merebut kendali dari bagian timur Aleppo yang dikuasai oleh kelompok oposisi empat tahun lalu.

Daily Sabah

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY