Netanyahu,As-Sisi Meminta AS untuk Mendukung MbS pada Laporan Pembunuhan Khashoggi

187

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Mesir Abdel Fattah el Sisi telah meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk tetap mendukung Pangeran Mahkota Arab Saudi ,Mohammad bin Salman, meskipun ada kasus  pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi oleh tim pembunuh yang dikirim dari Riyadh, media The Washington Post melaporkan pada hari Kamis (01/11).

Laporan itu mengutip pejabat AS yang mengatakan Netanyahu menggambarkan putra mahkota Saudi sebagai “sekutu strategis” di Timur Tengah. The Washington Post menulis bahwa presiden Mesir As-Sisi telah menyampaikan pesan yang serupa.

Muhammad Bin Salman telah menjadi pusat spekulasi tentang dalang pembunuhan Khashoggi setelah beberapa anggota tim pembunuh merupakan orang-orang yang terkait dengannya.

 

Khashoggi Dicekik dan Dimutilasi

Kepala Jaksa Penuntut Umum Istanbul Irfan Fidan pada hari Rabu(31/10) mengeluarkan pernyataan yang menguraikan bagaimana pasukan pembunuh yang dikirim dari Saudi mencekik Khashoggi segera setelah wartawan terkemuka itu memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober, kemudian memotong-motong tubuhnya.

Penjelasan Saudi tentang kematian Khashoggi telah berubah beberapa kali. Awalnya, kerajaan Arab Saudi mengatakan bahwa Khashoggi telah meninggalkan gedung konsulat dalam keadaan hidup. Sekitar 2 pekan kemudian Saudi merubah narasinya,mengatakan bahwa Khashoggi meninggal akibat terjadinya pertengkaran di dalam gedung konsulat,dan kejadian itu terjadi tanpa terencana. Selang beberapa hari kemudian Saudi mengakui bahwa Khashoggi telah terbunuh dalam pembunuhan yang terencana.

Turki menyerukan untuk berhenti menutup-nutupi kasus ini dan menuntut pihak Arab Saudi untuk mengungkapkan siapa yang memerintahkan pembunuhan itu dan menyerahkan pelakunya untuk diadili di Istanbul.

 

TRT World

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY