Mesir meminta Israel untuk tidak mengijinkan bantuan dari Turki masuk ke Gaza

4301

Pihak berwenang Mesir telah mengirim pesan kepada Israel meminta otoritas Israel untuk tidak membiarkan bantuan Turki bisa masuk ke Jalur Gaza, Channel 10 TV melaporkan. Langkah Mesir ini terjadi saat upaya rekonsiliasi sedang dilakukan oleh Ankara dan Tel Aviv.

“Hambatan utama yang dihadapi dalam pembicaraan rekonsiliasi Turki-Israel adalah permintaan Turki untuk mendapatkan akses langsung ke Gaza sehingga bisa mengirimkan bantuan bagi Palestina dan permintaan Israel bahwa Turki harus mendeportasi para pemimpin Hamas dan melarang kegiatan mereka,” kata seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya kepada Saluran televisi Israel. “Mesir telah meminta Israel untuk tidak membiarkan Turki untuk memiliki hubungan dengan pemerintah di Gaza, yang dikuasai Hamas, yang merupakan cabang dari Ikhwanul Muslimin dan mendapat keuntungan dari dukungan resmi Turki.”

Menurut mantan duta besar Israel untuk Turki, Alon Liel, kedua negara “harus mencapai kesepakatan dalam waktu paling lama tiga sampai empat minggu”; ia memperingatkan resiko kegagalan dalam pembicaraan jika mereka melampaui waktu ini. “Israel berusaha untuk mencapai kesepakatan dengan Ankara tentang pipa gas alam ke Turki sebelum pertemuan dijadwalkan antara Netanyahu dengan Yunani dan perwakilan Siprus yang dijadwalkan 28 Januari.”

Turki telah membuat persyaratan dalam usaha pemulihan hubungan diplomatik dengan Israel: Tel Aviv harus meminta maaf atas serangan terhadap armada Freedom Flotilla yang mengirimkan bantuan ke Gaza pada tahun 2010; membayar kompensasi bagi keluarga dari 9 warga Turki yang terbunuh dalam serangan oleh pasukan komando Israel; dan mengangkat blokade di Jalur Gaza.

Sampai saat ini, Israel hanya setuju untuk meminta maaf dan membayar kompensasi. Perdana Menteri Netanyahu telah menegaskan bahwa ia tidak akan mengangkat pengepungan di jalur Gaza.

Middle East Monitor

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY