Menlu Turki: Hubungan dengan Rusia tidak akan merubah sikap kami pada Assad

4307

Ankara– Sejak percobaan kudeta 15 Juli, jalan-jalan dan bandara telah ramai. Tidak ada di situasi di Turki yang mencerminkan keadaan darurat.

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu menggambarkan saat-saat kudeta yang gagal seperti banyak politisi lainnya, menggambarkan mereka pelaku kudeta sudah ‘gila’. Tapi ia tidak ragu kudeta terbut gagal karena Turki telah berubah.

Berikut ini wawancara antara Cavusoglu dengan Asharq Al-Awsat

Asharq Al-Awsat : “Ke mana Anda melihat arah Turki menuju menyusul upaya kudeta yang gagal?”

Cavusoglu : “Kepemimpinan dan bangsa Turki menolak kudeta dan ini merupakan tanda sebuah kekuatan. Tentu saja, kami akan berjuang melawan organisasi teroris (kelompok Fethullah Gulen) serta (kelompok teroris) lainnya seperti ISIS dan PKK. Tapi sementara itu kami akan terus mereformasi Turki. Ada proses normalisasi di dalam negeri dan juga rekonsiliasi; beberapa pihak mungkin memiliki ideologi yang berbeda tapi ini adalah demokrasi dan itulah mengapa ada berbagai elemen di parlemen. Namun, saya pikir rekonsiliasi ini akan sangat membantu dalam politik, stabilitas, demokrasi dan pertumbuhan ekonomi, ”

Asharq Al-Awsat : , “Bagaimana Anda menilai Negara-negara Barat berkaitan dengan operasi ini ? Menurut pendapat Anda, adalah perhatian internasional atas kebebasan di Turki bisa dibenarkan? ”

Cavusoglu : “Saya tidak bisa mengatakan bahwa kami mendapat dukungan yang cukup dari negara-negara Eropa dan Barat. Setelah beberapa kata yang mendukung demokrasi Turki, mereka mulai mengkritik atau mengekspresikan kekhawatiran. ”

“Mengenai komplotan kudeta, apa lagi yang bisa kami lakukan? Haruskah kami membiarkan mereka ada di militer, peradilan dan lembaga negara lainnya untuk melaksanakan upaya lain? Kewajiban kita adalah untuk meningkatkan ketertiban umum; jika tidak bangsa ini tidak akan pernah mengampuni kami. Bangsa ini menolak kudeta dan 240 orang meninggal demi ini. Jika teman-teman EU kami mengunjungi kami dan memberikan kritik yang membangun maka mereka akan kami sambut. Tapi tanpa dialog apapun, membuat pernyataan seperti itu, mendikte atau mengancam Turki maka tentu akan ditolak. Mereka bukan pemimpin kami, mereka harus memahami ini, “lanjut Cavusoglu.

Asharq Al-Awsat : “Apakah Turki mengadopsi kebijakan luar negeri baru dari upaya kudeta yang gagal?”

Cavusoglu “Kami adalah bagian dari Eropa meskipun mereka tidak ingin menerima kenyataan ini. Kami anggota pendiri dari banyak organisasi Eropa dan regional. Jika mereka tidak ingin memiliki kami sebagai anggota Uni Eropa, itu adalah masalah mereka. Tapi kami ingin menjadi anggota yang sama, anggota kelas pertama “.

Asharq Al-Awsat : , “Bagaimana Anda mengevaluasi reaksi negara-negara Arab atas perkembangan di Turki?”

Cavusoglu : “Kami mendapat dukungan kuat dari banyak negara Arab dan terutama dari Arab Saudi, Qatar, UEA, Bahrain dan banyak kepala negara yang melakukan panggilan telepon, termasuk Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman bin Abdulaziz,”

Asharq Al-Awsat : “Bagaimana dengan hubungan dengan Amerika Serikat? Apakah Anda mengkonfirmasi dugaan bahwa beberapa departemen telah memainkan peran dalam upaya kudeta? ”

Cavusoglu : “Pemimpin organisasi teroris ini telah tinggal di Amerika Serikat untuk waktu yang lama. Kami meminta AS untuk mengekstradisi nya ke Turki, pada gilirannya, AS meminta bukti yang bisa menunjukkan bahwa Gulen ada id balik kudeta dan kami telah memberikannya. Sebagai politisi, kami tidak pernah mengatakan bahwa AS atau orang lain berada di belakang upaya kudeta, kami tidak pernah menanggapi rumor ini dengan serius. Tapi persepsi ini akan tetap ada di Turki selama AS tidak mengekstradisi Gulen. ”

Asharq Al-Awsat : “Bagaimana Anda menghadapi penolakan Washington untuk menyerahkan Gulen kepada pengadilan Turki?”

Cavusoglu : “Saya tidak ingin masuk ke skenario yang berbeda tapi saya berulang kali menekankan bahwa hubungan kami akan terpengaruh karena dalam setiap jenis hubungan, opini publik sangat menentukan. Namun, kami melihat ada tanda-tanda kerjasama. ”

Asharq Al-Awsat : “Kemana Anda melihat hubungan dengan Rusia akan menuju? Apa yang akan menjadi efek dari peningkatan hubungan dengan mereka, khususnya pada isu Suriah? ”

Cavusoglu : “Hubungan kami baik sebelum insiden pesawat, tapi kami memiliki pendapat yang berbeda terhadap krisis Suriah, khususnya Assad. Meskipun semua perjanjian ini, kami memiliki hubungan bilateral yang besar didasarkan pada saling percaya; sekarang kami akan melakukan yang terbaik untuk mengembalikannya. ”

“Mengenai Assad, kami percaya dia harus meninggalkan (kekuasaan) sesegera mungkin. Tidak mungkin ada transisi nyata jika ada Assad, tetapi Rusia berpikir sebaliknya. Kami meminta Rusia sekali lagi untuk fokus pada ISIS dan organisasi teroris dan untuk melanjutkan pembicaraan di Jenewa, ”

Asharq Al-Awsat : “Apakah ada kebijakan baru Turki mengenai Suriah?”

Cavusoglu : “Kami mendukung transisi politik, integritas teritorial dan kedaulatan negara. Kita perlu membasmi organisasi teroris . Sikap kami pada Assad tidak akan berubah karena pendekatan kami adalah realistis dan tidak pribadi; ia menewaskan lebih dari 600.000 orang.”

Asharq Al-Awsat : “Jadi Assad harus pergi lebih dulu?”

Asharq Al-Awsat :“Saya percaya Assad harus pergi lebih dulu dan tak seorang pun harus dikecualikan dalam pemerintahan berikutnya; itu harus menjadi kesatuan inklusif. ”

ASHARQ AL-AWSAT

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY