Media Iran mengkaitkan kunjungan Erdogan ke Arab Saudi dengan eksekusi Nimr Baqir al-Nimr

1657

Ankara memanggil Duta Besar Iran menyusul berita dimedia Iran yang mengkaitkan kunjungan Erdogan ke Arab Saudi dengan eksekusi di sana, Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan

Turki telah memanggil duta besar Iran untuk Ankara atas kontroversi yang diciptakan oleh beberapa media Iran tentang kunjungan Erdogan baru-baru ini ke Arab Saudi.
Departemen Luar Negeri Tuki mengatakan dalam sebuah pernyataan Kamis bahwa duta besar Iran dipanggil karena pemberitaan media Iran yang mengkaitkan kunjungan Erdogan ke Arab Saudi dengan eksekusi 47 orang di sana.
Pernyataan itu mengecam berita yang disebarkan oleh media Iran dan tuduhan terhadap Erdogan, dan menuntut diakhirinya publikasi dan siaran tersebut yang bertujuan untuk menciptakan citra negatif presiden Turki di kalangan warga Iran.
Duta besar Iran juga diberitahu bahwa keselamatan misi diplomatik asing adalah tanggung jawab negara tuan rumah; Oleh karena itu, serangan terhadap kedutaan Arab Saudi di Teheran dan Konsulat di Mashhad tidak dapat dijelaskan dan tidak dapat diterima.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Arab Saudi antara 29 Desember sampai 31 Desember 2015.
Pada tanggal 2 Januari, Arab Saudi mengeksekusi tokoh Syiah terkemuka Nimr Baqir al-Nimr, bersama dengan 46 orang lain yang dihukum karena aksi “terorisme”.
Teheran memperingatkan bahwa Arab Saudi akan membayar “harga yang tinggi” untuk kematian tokoh Syiah terebut, sementara demonstran Iran menyerang kantor kedubes Arab Saudi di Teheran dan di kota Mashhad.
Pada 3 Januari, Riyadh memutuskan semua hubungan diplomatik dengan Iran dan memberi diplomat Iran aktu w48 jam untuk meninggalkan KSA.
Pada hari yang sama, orang-orang bersenjata tak dikenal menyerang patroli polisi di kota al-Nimr di provinsi Qatif Arab Saudi, menewaskan satu orang.
Setelah Riyadh, juga oleh diikuti Bahrain dan Sudan yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada 4 Januari,  Uni Emirat Arab mengurangi perwakilan diplomatiknya di Teheran.
Sementara itu, sejumlah negara – termasuk Amerika Serikat, Inggris, Cina dan Turki – mendesak Arab Saudi dan Iran untuk menahan diri di tengah ketegangan yang sedang berlangsung.

Anadolu Agency

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY