MbS Menuduh Khashoggi Sebagai “Islamis Berbahaya” ke Menantu Trump

56

Pangeran Mahkota Arab Saudi yang kontroversial ,Mohammad bin Salman (MbS) menggambarkan Jamal Khashoggi -yang secara brutal terbunuh di konsulat Saudi di Istanbul- sebagai seorang “Islamis berbahaya” dan “anggota Ikhwanul Muslimin”, dalam percakapan teleponnya dengan Jared Kushner (menantu Presiden Amerika Serikat(AS) ) dan Penasihat Keamanan Nasional John Bolton beberapa hari sebelum kritik Riyadh menghilang.

Penekanan putra mahkota pada tuduhan bahwa Khashoggi adalah seorang anggota Ikhwanul Muslimin (IM) membawa signifikansi karena Arab Saudi dan pejabat senior Trump termasuk Bolton telah lama menentang kelompok itu, dengan beberapa anggota parlemen AS berusaha untuk mengklaim IM sebagai organisasi teroris.

Dilansir Daily Sabah dari media Washington Post, keluarga Khashoggi telah sepenuhnya membantah bahwa Khashoggi adalah seorang ekstremis.

“Jamal Khashoggi bukan anggota Ikhwanul Muslimin. Dia membantah klaim seperti itu berulang kali selama beberapa tahun terakhir. Jamal Khashoggi bukanlah orang yang berbahaya. Untuk mengklaim dia adalah ekstrimis merupakan hal yang konyol,” kata keluarga Khashoggi dikutip oleh media Washington Post,media tempat Khashoggi bekerja setelah melarikan diri dari Arab Saudi pasca penangkapan besar-besaran terhadap sejumlah ulama Islam,ilmuwan dan aktivis di negara itu dibawah perintah Muhammad bin Salman.

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk media The Washington Post, dinyatakan hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Saudi awalnya mengatakan Khashoggi telah meninggalkan gedung konsulat dalam keadaan hidup,beberapa pekan kemudian pemerintah Saudi mengakui bahwa Khashoggi telah meninggal (terbunuh) di sana.

Investigasi atas insiden itu menunjukkan adanya regu pembunuh khusus yang datang ke konsulat untuk membunuh Khashoggi dan menutupi pembunuhan itu. Komunitas internasional menolak untuk menerima klaim Saudi bahwa insiden itu bukan pembunuhan terencana, yang kemudian pada perkembangan terbaru, Saudi akhirnya mengakui bahwa pembunuhan itu adalah terencana.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menekankan bahwa semua rincian kasus harus diungkapkan, termasuk siapa yang memberi perintah untuk pembunuhan terencana tersebut. Erdoğan juga telah meminta Saudi untuk mengungkapkan identitas seorang kolaborator lokal yang dikatakan diduga telah terlibat dalam menyingkirkan tubuh Khashoggi.

Turki meminta untuk ekstradisi 18 tersangka yang ditahan di Arab Saudi atas pembunuhan Khashoggi. Upaya ini juga menekan Arab Saudi untuk memberikan informasi tentang siapa yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan dimana lokasi jenazahnya.

Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP,partai yang memerintah saat ini di Turki),Omer Celik, mengatakan bahwa Turki tidak akan mengizinkan siapapun menutup-nutupi kasus pembunuhan Khashoggi.

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY