Mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh dibunuh oleh milisi Houthi saat mencoba melarikan diri dari Sanaa 

39

Sumber dari dalam partai Saleh menyatakan bahwa mantan presiden telah ‘dieksekusi dan dimutilasi’oleh milisi Houthi, sementara Houthi mengatakan bahwa Saleh terbunuh dalam penyergapan di luar ibukota

Mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, tewas pada hari Senin dalam sebuah serangan roket dan serangan senjata saat mencoba melarikan diri dari pertempuran sengit antara para loyalisnya dan mantan sekutunya Houthi di ibukota Sanaa.

Video grafis yang dibagikan di media sosial menunjukkan tubuh Saleh dibawa di belakang kendaraan pick-up. Saleh menderita luka kepala yang besar.

Yemen's Former President Ali Abdullah Saleh Has Been Killed. H…

Yemen's former President Ali Abdullah Saleh has been killed. Here's what we know so far:

Dikirim oleh Middle East Eye pada 4 Desember 2017

Seorang sumber dari partai Saleh, GPC, mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Houthi telah “mengeksekusi” mantan presiden tersebut dan berjanji bahwa pertempuran melawan gerakan tersebut akan berlanjut.

“Houthi mengeksekusi Saleh dan melukai tubuhnya dan ini bertentangan dengan kemanusiaan, tapi Houthi tidak mengerti kemanusiaan,” kata sumber tersebut.

Stasiun televisi yang berafiliasi dengan Houthi, al-Masirah, mengatakan: “Kementerian dalam negeri mengumumkan akhir dari krisis milisi pengkhianat dan pembunuhan pemimpinnya dan sejumlah partisan kriminalnya.”

Pejabat GPC mengatakan Saleh terbunuh di selatan ibukota Sanaa bersama dengan asisten sekretaris jenderal GPC, Yasser al-Awadi.

Saleh terbunuh saat dia dalam perjalanan ke desa kelahirannya, Sanhan, selatan Sanaa, sumber GPC mengatakan kepada MEE.

Sumber tersebut mengatakan bahwa kematian Saleh tidak berarti akhir dari ‘revolusi’ melawan Houthi, dan menyatakan bahwa Saleh sekarang adalah “martir negara ini”.

Sumber di kelompok Houthi mengatakan bahwa milisnya menghentikan kendaraan lapis baja Saleh dengan roket RPG dan kemudian menembaknya hingga mati.

Al-Masirah menyatakan bahwa Saleh terbunuh saat mencoba melarikan diri dari ibu kota menuju provinsi Marib.

Saluran media Iran, yang mendukung milisi Houthi, dan al-Arabiya, saluran Saudi, juga mengumumkan kematian Saleh.

Al Arabiya mengutip seorang sumber di partai GPC Saleh yang mengatakan bahwa dia dibunuh oleh seorang penembak jitu.

Laporan tersebut muncul di tengah pertempuran sengit dan klaim dari Houthi, yang menguasai Sanaa, bahwa mereka telah menghancurkan rumah Saleh di pusat kota.

Dalam pidatonya pada hari Ahad, dan ternyata menjadi pidato yang terakhir, Saleh secara resmi membatalkan aliansi dengan Houthi.

Houthi kemudian mencapnya sebagai pengkhianat karena diduga melakukan kesepakatan dengan Arab Saudi.

Pesawat koalisi Saudi telah mendukung pasukan Saleh dalam pertempuran selama lima hari terakhir di Sanaa.

Saleh memerintah selama 33 tahun sebelum digulingkan pada tahun 2012 saat demonstrasi besar di Yaman.

Namun, dia segera bersekutu dengan Houthi,  untuk melawan pemerintah Abd Rabbuh Hadi yang didukung Saudi, mantan wakil presidennya.

Seorang anggota dewan politik Houthi mengatakan kepada Middle East Eye pada hari Senin: “Saleh terbunuh saat dia mencoba melarikan diri dengan beberapa pemimpin partainya. Kami berharap para pendukung Saleh berhenti bertempur. Jika tidak, mereka akan mengalami nasib yang sama. ”

Dia menyatakan bahwa bentrokan sedang berlangsung dan gerakannya akan menangkap keluarga dari “pengkhianat” Saleh.

Middle East Eye

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY