Mantan pemimpin Mossad : Hamas akan mendapatkan keuntungan dari kesepakatan Turki-Israel

4497

Mantan pemimpin Mossad Efraim Halevy mengatakan pada hari Kamis bahwa Hamas akan mendapatkan keuntungan yang besar dari kesepakatan yang ditandatangani antara Israel dan Turki untuk memulihkan hubungan setelah enam tahun keretakan.

“Memang benar bahwa kesepakatan itu memiliki kepentingan strategis besar bagi Israel dalam jangka panjang, dan point yang digariskan oleh perdana menteri tentu saja penting karena meliputi kerjasama komersial, informasi dan keamanan,” kata Halevy dalam sebuah artikel yang diterbitkan di harian Israel Yedioth Ahronoth.

Menurut Halevy, meskipun blokade laut dari Gaza yang diharapkan Ankara bisa dibuka sepenuhnya belum terealisasi, Ankara sekarang dapat mentransfer bantuan kemanusiaan dan bahan bangunan ke Gaza melalui pelabuhan Israel yang akan menciptakan ledakan ekonomi di wilayah ini.

“Bahan-bahan konstruksi dan pekerjaan akan tersedia untuk memulai membangun kembali wilayah itu, termasuk pembangunan pembangkit listrik dan rumah sakit, akan menyebabkan standar hidup yang lebih tinggi di Gaza, dan mungkin bisa menyebabkan tuntutan dibukanya blokade laut, ” dia berkata.

Halevy juga percaya bahwa saham Hamas telah meningkat di banyak negara termasuk Turki yang menerima kunjungan pemimpin Hamas, Khaled Meshaal di Istanbul dua hari sebelum perjanjian disepakati, tetapi hanya melakukan pembicaraan singkat dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas dua hari setelah perjanjian.

Halevy juga merasa bahwa hubungan Hamas dan Turki telah mendapat “restu” dari Israel ketika Ankara mengusulkan untuk memediasi pengambilan mayat dua sandera Israel yang ditahan oleh Hamas dan pelepasan tentara Israel lainnya yang telah menyusup ke Jalur Gaza.

Ia percaya Israel akan berpikir dua kali sebelum memulai perang lain di Gaza jika akan mendapat pertentangan dari Ankara, yang memiliki hubungan khusus dengan Hamas.

Namun, mantan kepala Mossad memperingatkan bahwa perjanjian tersebut akan membuat Israel tidak memiliki kebijakan keamanan untuk menghadapi Gaza di masa depan.

Middle East Monitor

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY