Malaysia melarang atlet Israel mengikuti pertandingan selancar angin internasional

1151

Malaysia telah memutuskan memegang komitmen untuk menolak visa dua atlet windsurfing Israel yang rencananya akan bersaing di kompetisi internasional, dilaporkan pada hari Minggu bahwa mereka telah menolak untuk menerima aturan yang melarang penggunaan bendera dan menyanyikan lagu kebangsaan Israel di arena pertandingan.

“Tim Israel memutuskan untuk tidak mematuhi instruksi kami, jadi saya harus bertindak berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan, dan saya tidak mengerti mengapa pemerintah Malaysia terlihat buruk di sini,” Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Minggu.

“Kami harus membuat keputusan. Tujuan kami bukan untuk mencegah mereka [Israel] berpartisipasi tapi kami telah menetapkan beberapa aturan bagi mereka untuk dipatuhi, dan mereka menolak untuk mematuhi.”

Youth Sailing World Championships dimulai hari Minggu di Pulau Langkawi di Malaysia utara, dimana dua atlet Israel, Yoav Omer dan Noy Drihan batal mengikuti pertandingan yang melibatkan 50 kontestan yang mewakili negara di seluruh dunia.

Omer dan Drihan – bersama dengan pelatih mereka Meir Yani – ditolak visanya 24 jam sebelum keberangkatan mereka dijadwalkan setelah mereka dilaporkan menolak untuk mematuhi permintaan negara tuan rumah yang melarang mereka menggunakan bendera atau simbol nasional Israel pada pakaian selancar angin.

Malaysia juga telah mengatakan bahwa aturan lainnya adalah larangan memainkan lagu kebangsaan Israel jika salah atlet mereka memenangkan medali emas.

World Sailing mengatakan hari Minggu bahwa mereka akan melakukan penyelidikan berkaitan kasus ini, “untuk menyelidiki masalah ini dan mencari klarifikasi dari Penyelenggara Otoritas Malaysia”.

“Seperti semua masalah diplomatik masalah ini cukup  rumit. World Sailing menyadari komentar saat ini di arena publik, dan memiliki alasan untuk percaya bahwa beberapa komentar mungkin tidak akurat atau mungkin berdasarkan kesalahpahaman,” Presiden World Sailing Carlo Croce mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Malaysia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik formal, karena tindakan Israel terhadap rakyat Palestina.

Malaysia telah sering menyoroti  “gangguan” Israel ke jantung Palestina dan “tindakan brutal” yang mereka telah diambil untuk menjajah Palestina.

Middle East Monitor

Berikan Tanggapan Anda...

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY