Mahmoud Abbas Meminta Setiap Menteri Hamas Harus Mengakui Negara Israel

400

Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas berjanji kepada pejabat Israel pada hari Ahad (29/10) bahwa dia tidak akan meletakkan pejabat Hamas yang tidak mengakui (kedaulatan) Israel dalam pemerintahan persatuan potensial.

Abbas mengatakan kepada sebuah delegasi mantan anggota parlemen Israel yang mengunjungi markas partainya di kota Ramallah bahwa “orang-orang Amerika telah meyakinkannya bahwa mereka akan segera mengumumkan dukungan mereka untuk solusi dua negara”.

Dia juga menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencegah dimulainya kembali perundingan perdamaian Israel-Palestina.

“Netanyahu tidak ingin memperbarui proses perdamaian, dia pikir saya akan tinggal di sini dan menjaga pendudukan,” kata Abbas kepada anggota delegasi Israel.

Kelompok delegasi itu terdiri dari mantan ketua Buruh Amram Mitzna, mantan menteri Ophir Pines-Paz dan Raleb Majadele, dan mantan anggota MK Colette Avital dan Taleb el-Sana.

Berdasarkan kesepakatan rekonsiliasi yang dicapai awal bulan ini antara Hamas dan partai Fatah yang dipimpin Abbas, pemerintah PA akan mengatur kembali kontrol atas warga sipil di Gaza terhitung pada tanggal 1 Desember 2017.

Setelah kesepakatan tersebut, kabinet keamanan tingkat atas Israel mengatakan bahwa pemerintah Israel tidak akan mengadakan perundingan damai dengan PA kecuali jika Hamas mencabut terorisme dan mengakui negara Israel.

Utusan untuk perdamaian timur tengah dari Gedung Putih ,Mastan Jason Greenblatt, menegaskan tuntutan tersebut bahwa setiap pemegang kendali pemerintah Palestina harus mematuhi “persyaratan dasar” tertentu, yaitu meninggalkan kekerasan dan mengakui negara Israel.

Amerika Serikat, PA dan Israel menggambarkan perjuangan perlawanan Palestina sebagai teror dan menuntut agar semua orang Palestina yang mengungsi dari rumah-rumah mereka untuk mengakui negara Israel yang dibangun di atas reruntuhan rumah mereka, diatas tengkorak dan tulang-tulang para leluhur mereka.

Days of Palestine

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY