Laporan:Saudi Mengirim Ahli Kimia,Ahli Toksikologi untuk Menghilangkan Jejak Pembunuhan Khashoggi

211
Ahli kimia Ahmed Abdulaziz Aljanobi dan ahli toksikologi Khaled Yahya Al Zahrani, dikirim dari Arab Saudi untuk menghilangkan jejak tubuh Khashoggi (menurut laporan dari pihak Turki).

Laporan dari pihak Turki yang melakukan pemeriksaan terhadap kasus Khashoggi menyebutkan bahwa otoritas berwenang Saudi mengirim seorang ahli kimia dan ahli toksikologi ke Istanbul 9 hari setelah pembunuhan yang mengerikan terhadap jurnalis Jamal Khashoggi. Kedua ahli tersebut dikirim untuk menyingkirkan tubuh Khashoggi dan untuk menyembunyikan bukti,kata surat kabar Turki,Sabah.

Laporan itu mengatakan ahli kimia bernama,Ahmed Abdulaziz Aljanobi, dan ahli toksikologi ,Khaled Yahya Al Zahrani,adalah bagian dari 11 anggota tim Saudi yang tiba di Istanbul pada 11 Oktober. Surat kabar itu mengklaim bahwa sementara pihak Saudi menyatakan niatnya untuk menyelidiki pembunuhan itu,tapi sebenarnya dimaksudkan untuk menutup-nutupi fakta.

Aljanobi dan Zahrani,yang menginap di sebuah hotel mewah di distrik Beşiktaş,diketahui pergi ke konsulat Saudi di Istanbul (tempat Khashoggi dibunuh pada 2 Oktober) setiap hari selama sepekan penuh. Kedua ahli itu pergi ke konsulat Saudi setiap hari dari tanggal 12 Oktober hingga 17 Oktober dan meninggalkan Turki pada tanggal 20 Oktober.

Unit polisi Turki baru diberi izin oleh otoritas Saudi untuk melakukan penyelidikan di gedung konsulat Saudi pada tanggal 15 dan 16 Oktober serta baru diperbolehkan memeriksa kediaman Konsul Jenderal ,Mohammad al-Otaibi, pada tanggal 17 Oktober.

Harian Sabah mengutip perkataan seorang pejabat Turki (yang berbicara dengan syarat anonimitas,sesuai dengan peraturan pemerintah): “dengan dikerahkannya tim ‘pembersihan’,itu menunjukkan fakta bahwa pembunuhan Khashoggi berada dalam pengetahuan para pejabat tingkat atas pemerintah Saudi”.

Laporan itu juga mengutip pernyataan para ahli Turki yang menyarankan klaim bahwa adanya penggunaan zat asam untuk menghilangkan tubuh Khashoggi/setidaknya membuat tubuh Khashoggi tidak dapat diidentifikasikan.

“Kami percaya bahwa kedua ahli dari Saudi itu datang ke Turki hanya untuk menutupi bukti pembunuhan Jamal Khashoggi sebelum polisi Turki diizinkan untuk menyelidiki ke lokasi,” kata pejabat Turki tersebut.

“Fakta bahwa tim ‘pembersihan’ dikirim dari Arab Saudi 9 hari setelah pembunuhan itu menunjukkan bahwa pembunuhan Khashoggi berada dalam pengetahuan para pejabat tinggi Saudi” kata pejabat Turki sambil menegaskan.

Wakil Presiden Republik Turki,Fuat Oktay,mengatakan bahwa laporan tentang asam yang digunakan untuk menyingkirkan tubuh Khashoggi perlu diselidiki.

“Turki menyelidiki pembunuhan Khashoggi dengan transparansi dan dengan cara yang serius” kata Oktay,menambahkan bahwa pemerintah Turki sekarang sedang mencari orang yang memerintahkan pembunuhan dilakukan di tanah Turki.

Kepala Jaksa Penuntut Umum Istanbul,Irfan Fidan,yang memimpin penyelidikan, mengumumkan pada pekan lalu bahwa Khashoggi (yang tinggal di pengasingannya di Amerika Serikat) telah dicekik segera setelah Khashoggi memasuki konsulat Saudi sebagai bagian dari pembunuhan berencana dan bahwa tubuhnya dipotong-potong sebelum dibuang.

Presiden Turki,Recep Tayyip Erdoğan,pekan lalu mengatakan bahwa perintah untuk membunuh Khashoggi berasal dari tingkat tertinggi pemerintah Saudi dan menambahkan bahwa masyarakat internasional memiliki tanggung jawab untuk mengungkapkan para penguasa ‘boneka’ di belakang pembunuhan itu.

Turki memperjuangkan ekstradisi 18 orang tersangka yang telah ditahan di Arab Saudi,agar mereka dapat diadili di Turki. Mereka termasuk 15 anggota ‘pasukan pembunuh’ yang diduga dikirim dari Saudi ke Istanbul untuk membunuh wartawan Khashoggi yang telah menulis secara kritis tentang putra mahkota Arab Saudi,Mohammed bin Salman.

Seorang diplomat Saudi mengatakan kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB bahwa jaksa kerajaan Saudi sedang menyelidiki kematian Khashoggi dan akan mengadili para pelaku. “Kepemimpinan di kerajaan Arab Saudi mengungkapkan rasa sakit mereka atas pembunuhan Jamal Khashoggi,”kata Bandar al-Aiban,kepala Komisi Hak Asasi Arab Saudi di Jenewa.

Sesuai instruksi oleh Raja Salman,jaksa Saudi memulai penyelidikan dalam kasus ini untuk mencapai semua kebenaran dan menghadirkan semua terdakwa ke pengadilan dan menghukum mereka yang terbukti bersalah atas kejahatan ini” al-Aiban menambahkan.

Sementara itu,dua putra Khashoggi mengajukan banding pada Senin(03/11) agar jenazah Ayah mereka dikembalikan untuk dimakamkan di Madinah,Arab Saudi.

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY