Korban tewas dalam ledakan bom di Baghdad mencapai angka 292

2086
People inspect the site of a suicide car bomb in the Karrada shopping area, in Baghdad, Iraq July 3, 2016. REUTERS/Khalid al Mousily TPX IMAGES OF THE DAY

Jumlah korban tewas akibat serangan bom bunuh diri di Baghdad pada akhir pekan telah mencapai angka 292, Kementerian Kesehatan Irak mengumumkan pada hari Kamis.

Seorang pembom bunuh diri meledakkan sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak di distrik Karrada Baghdad pada hari Minggu di area yang dipadati warga, memicu kehancuran di gedung-gedung di dekatnya.

SITE Intelligence melaporkan kelompok teroris DAESH telah mengaku bertanggung jawab atas serangan pertama di Karada di Twitter, mengatakan serangan itu menargetkan komunitas Syiah. DAESH dilaporkan mengatakan serangan itu dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri.

Diantara para korban adalah perempuan dan anak-anak yang berada di dalam pusat perbelanjaan. Puluhan terbakar sampai mati atau mati lemas, kata seorang perwira polisi.
Serangan Sabtu malam di jantung kawasan Karrada menewaskan sedikitnya 292 orang, termasuk 25 anak-anak dan 20 wanita.

Menteri Kesehatan Adila Hamoud mengatakan bahwa pemboman itu menewaskan 292 orang dan melukai lebih dari 200. Itu adalah serangan bom mobil tunggal terburuk di Irak sejak pasukan AS menggulingkan mantan pemimpin Irak Saddam Hussein 13 tahun yang lalu. Serangan itu memperdalam kemarahan banyak warga Irak atas lemahnya kinerja aparat keamanan.

Seorang kolonel polisi dan seorang pejabat kementerian dalam negeri menyampaikan angka jumlah korban tewas lebih tinggi atas serangan itu.

Hamoud mengatakan bahwa tes DNA diperlukan untuk mengidentifikasi lebih dari setengah jasad korban dan bahwa proses itu membutuhkan waktu 15 sampai 45 hari, yang berarti bahwa keluarga korban mungkin harus menunggu berminggu-minggu untuk mengetahui nasib keluarga mereka.

Ledakan itu memicu kemarahan meluas di kalangan warga Irak, beberapa di antaranya telah menuduh pemerintah tidak berbuat cukup untuk melindungi mereka.

Menteri dalam negeri Irak mengundurkan diri pada hari Selasa dan mengatakan bahwa wakilnya akan mengambil alih tanggung jawabnya. Mohammed Ghabban membuat pengumuman pada konferensi pers di Baghdad. Pengunduran dirinya akan resmi hanya jika Perdana Menteri Haider Al Abadi menyetujuinya. Kantor Abadi belum merilis pernyataan.

TRT World & Al Jazeera

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY