Korban Jiwa Mencapai 470.000 , 45% Populasi Suriah Terpaksa Mengungsi

1160

Sebuah laporan oleh Syrian Center for Policy Research menyebutkan bahwa hampir 12 persen dari populasi Suriah menjadi korban jiwa maupun terluka akibat perang sejak 2011.

Menurut laporan yang dirilis pada hari Kamis (11/2), 470.000 warga Suriah telah terbunuh dan 1,9 juta lainnya terluka. Hingga tahun kelima perang yang melibatkan pihak asing seperti Rusia, Iran dan kelompok teroris Hezbollah.

Jumlah ini jauh di atas angka total kematian menurut data terakhir PBB yang mencapai 250.000 orang.

Selain korban manusia, berbagai infrastruktur di kota-kota Suriah rusak parah, ditambah hancurnya sistem pelayanan kesehatan.

Sebanyak 400.000 orang menjadi korban langsung peperangan, sedangkan 70.000 lainnya kehilangan nyawa karena kekurangan kebutuhan dasar seperti makanan dan obat-obatan, ditambah berbagai penyakit serta masalah sanitasi.

Angka harapan hidup rerata rakyat Suriah juga turun dari 70 tahun menjadi 55,4 tahun. Dan hampir setengah populasi terpaksa harus mengungsi, dimana jumlah penduduk Suriah sebelum 2011 mencapai 23 juta jiwa.

Laporan mengatakan jika 45 % dari populasi Suriah telah mengungsi. Sebanyak lebih dari 4 juta orang menjadi pengungsi di negara-negara lain, sementara 6 juta lainnya mengungsi di wilayah Suriah.

Kerugian ekonomi Suriah akibat perang telah mencapai jumlah USD 255 miliar (Rp 3400 triliun), dimana sebanyak 14 juta warga kehilangan pekerjaan normal mereka.

Laporan menambahkan bahwa angka kemiskinan telah meningkat menjadi 85% pada tahun 2015. Standar kesehatan, pendidikan dan pendapatan telah turun tajam menuju kondisi yang buruk. (Anadolu Agency)

Risalah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY