Kementerian Kesehatan Palestina: Penjajah Israel menargetkan aksi Great Return March dengan bom gas ‘mematikan’

102

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan bahwa tingkat cedera orang yang tiba di rumah sakit selama aksi Great Return March meningkat tajam dan mengungkapkan niat pasukan penjajah Israel yang sengaja menyerang peserta aksi dengan pembunuhan dan mutilasi.

Ashraf Al-Qudra, juru bicara kementerian Palestina, menambahkan: “Penggunaan kekuatan mematikan pasukan pendudukan Israel terhadap warga sipil di timur Jalur Gaza telah mengakibatkan gugurnya 271 warga Palestina dan melukai 16.500 lainnya.”

Al-Qudra mengungkapkan bahwa pasukan Isarel telah menggunakan berbagai jenis peluru tajam, selain bom gas yang tidak dikenal jenisnya yang menyebabkan gangguan kesehatan bagi orang-orang yang terluka.

 

Al-Qudra menekankan bahwa pendudukan telah mengembangkan metode represif menggunakan bom logam dan gas air mata sebagai alat untuk membunuh dan melukai, yang mengakibatkan kematian 6 warga, termasuk empat anak, serta puluhan terluka oleh berbagai jenis senjata..

Kementerian Kesehatan meminta otoritas terkait untuk memantau pelanggaran pendudukan Israel dan penggunaan alat mematikan diluar karakteristik standar mereka.

Sejak 30 Maret 2018, warga Palestina telah berpartisipasi dalam pawai damai di dekat pagar yang memisahkan Jalur Gaza dan wilayah Palestina yang diduduki Israel sejak tahun 1948 untuk menuntut kembalinya para pengungsi ke kota-kota dan desa-desa tempat mereka mengungsi pada tahun 1948, dan diangkatnya pengepungan yang diberlakukan terhadap Gaza.

Middle East Monitor

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY