Keamanan KSA adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan

1502

RIYADH: Menteri Luar Negeri Adel Al-Jubeir telah menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan apa pun untuk melindungi warganya dan keyakinan mereka, dan memperingatkan bahwa Iran tidak bisa dipercaya akan bisa membantu membawa perdamaian ke wilayah tersebut.

Al-Jubeir membuat komentar dalam sebuah wawancara dengan Reuters ketika ditanya tentang apakah KSA akan mencoba mengembangkan senjata nuklir jika Iran telah mampu melakukannya. Dia mengatakan pertanyaan itu tidak masuk akal.
“Saya tidak berpikir sebuah hal yang logis untuk mengharapkan kita mendiskusikan masalah tersebut di depan umum dan saya berpikir tidak masuk akal mengharapkan saya untuk menjawab pertanyaan dengan satu cara atau cara yang lainnya,” katanya.

Adapun pencabutan sanksi terhadap Iran setelah kesepakatan nuklir dengan kekuatan global, katanya hal itu akan menyebabkan perkembangan negatif jika Teheran menggunakan uang mereka untuk mendanai “kegiatan ekstrimis.”

Dia mengatakan, “Arab Saudi berkomitmen untuk dua hal yang tidak bisa dinegosiasikan- keyakinan kami dan keamanan kami, dan kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi rakyat kami dari bahaya apapun. Saya akan bertahan di situ. ”

Al-Jubeir menegaskan kembali sikap KSA terhadap Iran dalam laporan untuk CNN sebelumnya. “Saya berpikir bahwa menteri luar negeri Iran mengeluarkan banyak informasi palsu ketika ia mengatakan bahwa Arab Saudi serius berusaha untuk menolak kesepakatan ini, dan bahwa saya menentangnya,” kata Al-Jubeir.

“Posisi pemerintah saya adalah untuk mendukung perjanjian yang mencegah Iran memperoleh kemampuan nuklir,  yang mencakup sistem pemeriksaan ketat dan terus-menerus dan ketentuan pidana. Presiden Obama menegaskan kepada kami bahwa perjanjian sudah disepakati, dan karena itu kami mendukungnya. ”

“Kekhawatiran kami adalah apa yang akan dilakukan Iran kemudian, dalam hal pengeluaran pendapatan tambahan yang didapat dari dibebaskannya beberapa sanksi. Kami khawatir bahwa mereka akan menggunakan pendapatan tersebut untuk mendukung terorisme dan menciptakan instabilitas di wilayah tersebut, bukan untuk membangun negara dan memperbaiki kondisi rakyat Iran, yang sangat membutuhkan pembangunan. ”

“Kami juga khawatir kesepakatan nuklir tidak akan menghalangi Iran untuk terus melakukan campur tangan dalam kebijakan dan urusan internal negara lain, mendukung terorisme, mempersenjatai dan melatih militan ekstrimis, semua untuk memperluas pengaruh mereka di wilayah tersebut. Kami percaya itulah yang dilakukan Iran di Suriah, Irak, Yaman, Bahrain dan tempat-tempat lain. ”

“Ini bukan masalah pribadi,” kata Al-Jubeir. “Hal ini terkait dengan negara saya dan daerah saya, dan tentang negara yang agresif dalam kebijakan dan tidak keberatan melakukan aksi terorisme.”

Arab News

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY