Kampanye Hitam, Russia Today Menerbitkan Bukti Palsu Menyebut Putra Erdogan Berhubungan Dengan Daesh

749

Media Rusia telah tenggelam pada titik terendah  dalam upaya mereka untuk “membalas” Turki atas insiden jatuhnya jet Rusia, karena mereka berusaha untuk menggambarkan anak Presiden Recep Tayyip Erdogan, Bilal Erdogan, berafiliasi dengan Daesh dengan menunjukkan fotonya bersama seorang pemilik restoran di Istanbul yang di dalam berita di Rusia Today disebut sebagai anggota Daesh.

Foto tersebut menunjukkan pemilik restoran yang memiliki jenggot [hal ini umum bagi kebanyakan Muslim], dengan penampilan seperti itu media Rusia mengklaim orang tersebut adalah anggota daesh. Foto itu beredar di media sosial di Turki, tetapi telah berubah menjadi topik parodi, karena pemilik restoran tersebut tidak ada hubungannya dengan kelompok teroris Daesh.

Bilal Erdogan juga telah membantah klaim tersebut dan mengatakan pemilik restoran, bernama Ciğeristan, hanya ingin mengambil foto bersamanya,  dan mereka hanya laki-laki biasa dengan jenggot.

Russia Today, dikenal memiliki hubungan dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, memposting foto tersebut pada selembar berita yang diterbitkan pada 25 November, yang berjudul “Bisnis Minyak Ankara dengan ISIS [Daesh].”

Presiden Erdogan memberi komentar pada Jumat atas pernyataan  Presiden Rusia Validimir Putin pada hari Kamis setelah pertemuan dengan Presiden Perancis Francois Hollande di Moskow yang menuduh Turki membeli minyak dari Daesh.

“Turki terlalu terhormat untuk membeli minyak dari organisasi teroris,” kata Erdogan menuduh Putin telah mengatakan berita yang tidak benar.

Mengecam komentar Putin, “Turki tidak membeli minyak dari Daesh. Departemen Keuangan AS mencatat bahwa Rusia dan Daesh adalah pihak yang menjual minyak ke rezim Suriah,” kata Erdogan.

Pada tanggal 24 November, dua jet tempur  F-16  Turki dalam patroli udara menghadang pesawat perang Rusia ketika melanggar wilayah udara Turki di dekat perbatasan Suriah.

Pesawat perang Rusia menerima 10 peringatan tentang pelanggaran dalam waktu lima menit sebelum ditembak jatuh.

Ini bukan pertama kalinya pesawat tempur Rusia telah melanggar wilayah udara Turki. Pada bulan Oktober, pesawat-pesawat tempur Rusia melanggar wilayah udara Turki, setelahnya para pejabat Rusia telah meminta maaf dan berjanji bahwa insiden tersebut tidak akan terulang kembali di masa depan.

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY