Jawaban Ankara Atas Ancaman Rusia : Turki Mengumumkan Operasi Militer Baru Di Suriah Bekerjasama Dengan Saudi

1440

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan kemarin bahwa Ankara akan memulai operasi baru bekerjasama dengan Arab Saudi dan negara-negara lain untuk memerangi “terorisme” di Suriah.

Berbicara pada konferensi pers bersama dengan Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg di Brussels, Belgia, Davutoglu mengatakan negaranya tidak akan meminta maaf kepada Rusia atas penembakan pesawat yang disebut oleh Ankara karena melanggar wilayah udara Turki pekan lalu.

“Perlindungan wilayah udara Turki, perbatasan Turki, adalah tugas nasional, dan tentara kita melakukan pekerjaan mereka,” katanya. “Tidak ada negara yang dapat meminta kami untuk meminta maaf.”

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengatakan Rusia akan menghentikan impor buah dan sayur dari Turki, dan menyebutkan rincian sanksi akan diumumkan pada hari Sabtu di sebuah dekrit Kremlin, ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

Rusia memperingatkan bahwa sanksi bisa diperluas jika Turki gagal memenuhi tuntutan Rusia, termasuk mengeluarkan permintaan maaf. “Ini hanya langkah pertama,” kata Medvedev.

Selama konferensi pers Sekretaris Jenderal NATO Stoltenberg mengatakan: “Semua sekutu sepenuhnya mendukung hak Turki untuk membela integritas teritorial dan wilayah udaranya.”

“Saya menyambut upaya Turki untuk menjalin kontak dengan Moskow dan melalui kontaknya dengan Rusia, untuk mendinginkan situasi. Sangat penting untuk tetap tenang dan menjaga ketegangan, “tambahnya.

Middle East Monitor

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY