Jagal Muslim Bosnia, Ratko Mladic dijatuhi hukuman penjara seumur hidup

66
FILE - In this Dec. 2, 1995 photo, Bosnian Serb army commander Gen. Ratko Mladic addresses his troops in the eastern Bosnian town of Vlasenica. Mladic, Europe's most wanted war crimes fugitive, has been arrested in Serbia, the country's president said Thursday, May 26, 2011. Mladic has been on the run since 1995 when he was indicted by the U.N. war crimes tribunal in The Hague, Netherlands, for genocide in the slaughter of some 8,000 Bosnian Muslims in Srebrenica and other crimes committed by his troops during Bosnia's 1992-95 war. (AP Photo/Oleg Stjepanovic)

Mantan panglima Serbia Bosnia Ratko Mladic dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, karena genosida dan kejahatan perang selama konflik Balkan lebih dari dua dekade yang lalu.

Hakim ketua Pengadilan Pidana Internasional untuk bekas Yugoslavia (ICTY) pada hari Rabu menemukan bahwa jenderal 74 tahun “secara signifikan berkontribusi” melakukan genosida yang dilakukan di Srebrenica.

Pengadilan tribunal sebelumnya di Belanda telah memutuskan bahwa pembantaian sekitar 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim di Srebrenica adalah genosida.

Hakim Alphons Orie memutuskan bahwa pelaku kejahatan yang dilakukan di Srebrenica bermaksud menghancurkan orang-orang Muslim yang tinggal di sana.

Dia juga memutuskan bahwa Mladic melakukan dan secara pribadi mengawasi sebuah serangan mematikan untuk menyiksa dan menembaki warga sipil di Sarajevo.

“Kejahatan yang dilakukan adalah di antara yang paling kejam yang diketahui manusia,” katanya.

Mantan jendral itu awalnya tampak santai saat dia mendengarkan dengan saksama putusan tersebut, namun kemudian dikeluarkan dari ruang sidang setelah dia meneriaki hakim saat hakim menolak penangguhan.

Pengacaranya mengatakan bahwa Mladic memerlukan istirahat untuk pengobatan tekanan darah tinggi, namun hakim tersebut terus membaca putusan tersebut setelah Mladic dikeluarkan dari pengadilan.

Putusan hari Rabu sudah lama ditunggu puluhan ribu korban di bekas Yugoslavia, dan puluhan berkumpul di luar ruang sidang, banyak diantaranya membawa foto orang tercinta yang meninggal atau termasuk di antara 7.000 yang masih hilang.

Pengadilan mengatakan,  “belum yakin” pada niat genosida di enam kota lain, sesuai dengan penilaian sebelumnya.

“Kami sedih dan kecewa karena Mladic tidak dinyatakan bertanggung jawab atas genosida di Prijedor dan di lima kota lainnya yang terdaftar,” Sejida Karabasic, dari Prijedor, mengatakan.

“3.176 orang [terbunuh] di Prijedor tidak cukup untuk membuktikan bahwa ada pembunuhan massal. Jadi, lebih dari 10.000 orang seharusnya terbunuh untuk membuktikan bahwa genosida terjadi di sana,” kata Karabasic.

“Ada pemerkosaan massal, pembunuhan, kamp konsentrasi, dan menemukan kuburan massal terbesar di wilayah Prijedor, tidak ada yang cukup untuk membuat keputusan tentang genosida.”

Munir Habibovic, warga Srebrenica, mengatakan bahwa dia puas dengan hukuman tersebut. “Kami tidak mengharapkan sesuatu yang kurang,” katanya, sementara menyetujui bahwa Mladic seharusnya dinyatakan bersalah melakukan genosida di enam kota tambahan.

Berbicara atas nama Asosiasi Orangtua Anak-anak yang Tewas di Besieged Sarajevo, Fikret Grabovica mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “tidak ada hukuman apapun yang layak bagi Mladic atas apa yang seharusnya dia dapatkan.”

“Tapi kita bisa sedikit puas dengan keputusan ini. Sangat penting bahwa dia menerima hukuman seumur hidup … yang sangat saya senangi adalah bahwa surat dakwaan tersebut mengkonfirmasi teror dan penembakan populasi sipil Sarajevo, di mana 1.600 anak-anak terbunuh, “kata Grabovica.

Mladic, yang dijuluki “Jagal Bosnia”, dituduh melakukan 11 kejahatan – termasuk genosida, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh pasukannya selama perang di Bosnia dari tahun 1992 sampai 1995.

Banyak orang Serbia Bosnia, menganggap Mladic sebagai pahlawan nasional yang membantu Serbia melalui perang yang menghancurkan bekas Yugoslavia.

Surat kabar harian Serbia pada hari Rabu menampilkan foto Mladic di halaman depan dengan teks yang berbunyi, “Saya tidak bersalah, mereka tidak dapat mengambil jiwaku” dan “Saya tidak bersalah.”

Jurnalis Al Jazeera Marko Subotic, melaporkan dari ibukota Serbia, Beograd, mengatakan bahwa dukungan untuk Mladic masih tersebar luas.

“Media di Serbia tidak pernah melaporkan apa yang telah dilakukan tentara Serbia, di bawah komando Mladic, di Bosnia dan Herzegovina. Karena itu, periset mengatakan warga bingung karena mereka tidak tahu mengapa Mladic diadili di pengadilan di Belanda, “kata Subotic.

“Sebuah studi pada tahun 2012 menyimpulkan bahwa 42 persen penduduk di Serbia sama sekali tidak tahu mengapa Mladic diadili. Mereka tahu apa yang terjadi saat dia bersembunyi, mereka hanya tahu bahwa dia mencari stroberi saat dia ditangkap di Serbia pada tahun 2011. ”

Mladic jailed for life

Ratko Mladic – a.k.a. The “Butcher of Bosnia” – has just been sentenced to life imprisonment.

Dikirim oleh Al Jazeera English pada 22 November 2017

Al Jazeera

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY