Israel memberikan bantuan kepada rezim Assad dalam pertempuran di Beit Jinn

249

Pasukan oposisi Suriah berhasil memecahkan pengepungan di Beit Jinn tapi kemudian terpaksa mundur saat pasukan Israel melakukan intervensi untuk mendukung milisi Assad.

Kelompok oposisi Suriah, yang terdiri dari HTS dan faksi FSA ; Jaish Ababil, Jabhat Thuwar Surian, Liwa Farsan al-Jolan, Al-Wiat al-Furqan yang berkoalisi dan menyebut diri mereka “Pasukan Muhammad” pada hari Jumat mengumumkan bahwa mereka berhasil mematahkan pengepungan rezim Assad yang diberlakukan di kota Beit Jinn di Ghouta barat di Pedesaan Damaskus. Kelompok oposisi melancarkan serangan yang diberi nama ‘Memecah Pengepungan Hermon’ untuk menghubungkan Beit Jinn ke provinsi Quneitra namun terpaksa mundur setelah pasukan Israel melakukan intervensi dengan mendukung milisi pro-Assad.

Juru bicara ruang operasi Mount Hermon mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi sebagai respons terhadap serangan sengit yang diluncurkan oleh pasukan rezim Assad dan milisi asing sekutunya di tanah pertanian di sekitar kota Beit Jinn dan desa-desa terdekat. Pasukan rezim telah menembaki daerah tersebut dan wilayah pemukiman sipil dalam upaya untuk merebut wilayah yang dikuasai oposisi.

Kelompok oposisi Suriah mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan aksi militer melawan pasukan Assad sampai pengepungan yang dikenakan di daerah tersebut dicabut dan tahanan dilepaskan. Mereka meminta kelompok oposisi lain untuk bergabung dalam pertempuran dan untuk mengabaikan tekanan internasional terhadap kelompok-kelompok oposisi.

Aktivis di pedesaan Quneitra mengatakan bahwa pasukan pendudukan Israel menargetkan bala bantuan kelompok oposisi yang dikirim ke garis perbatasan di Suriah barat daya. Mereka menunjukkan bahwa pemboman tersebut terjadi sebagai tanggapan atas seruan permintaan bantuan oleh milisi pro-Assad di kota Hadar untuk membebaskan mereka dari serangan tentara oposisi. Pasukan pendudukan Israel membuka perbatasan dan memasok milisi pro-Assad di Hadar dengan senjata dan amunisi, sehingga memungkinkan pasukan rezim untuk menguasai kembali wilayah yang sebelumnya telah direbut oleh pasukan oposisi Suriah.

Pasukan rezim Assad dan milisi Hizbullat telah mengepung desa-desa dan kota-kota di pedesaan barat Damaskus selama sekitar 10 bulan. Wilayah yang terkepung tersebut telah menjadi ajang baku tembak dengan bom laras dan roket di tengah upaya pasukan rezim untuk merebut wilayah di daerah tersebut.

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY