Iran mengumumkan akan memegang kekuasaan atas lima negara Arab

11056

Kepala angkatan bersenjata Iran, Mayor Jenderal Mohammed Bagheri, mengatakan bahwa negaranya telah mempekerjakan ahli militer mereka sejak Perang Iran-Irak untuk memperkuat kekuasaannya atas lima negara Arab, Moheet.com melaporkan pada hari Jumat.

Dalam parade militer menandai peringatan ke-36 perang delapan tahun melawan Irak yang dimulai pada tahun 1980, Bagheri dan para pemimpin militer lainnya menekankan bahwa Iran masih menghadapi ancaman militer di kawasan itu, termasuk pasukan AS yang beroperasi di wilayah Teluk Arab.

Bagheri mencantumkan lima negara di mana Iran mengkalim telah memegang kekuasaan diantaranya Yaman, Suriah, Irak, Lebanon dan Palestina, menegaskan bahwa Iran menganggap negara ini sebagai bagian dari “poros perlawanan,” sebuah istilah yang sering digunakan oleh Teheran untuk memasarkan klaim propagandanya bahwa mereka memimpin perang melawan Israel dan Amerika Serikat, yang digambarkan sebagai “Setan besar.”

Bagheri juga mengkritik tokoh Iran yang dituduh merencanakan untuk melemahkan kekuatan militer Teheran, mengacu pada pernyataan dari politisi veteran dan mantan presiden Akbar Hashemi Rafsanjani yang mengecam negaranya yang hanya berinvestasi dalam kekuasaan militer dan bukannya berkonsentrasi pada pembangunan ekonomi.

Berbicara tentang model peran dalam hal ini, Rafsanjani menyebut Jerman dan Jepang, mengatakan bahwa mereka tidak membuang-buang uang pada kekuatan militer, melainkan menghabiskan pada kemajuan ilmu pengetahuan dan ekonomi.

Iran secara teratur memposisikan diri sebagai anti-AS, seolah-olah menjadi kekuatan pro-Islam di Timur Tengah. Namun, ada banyak contoh kerjasama yang mendalam dengan kekuatan besar (AS&Israel). Contohnya adalah skandal Irangate yang melibatkan Israel, AS dan Iran dalam perang melawan Irak.

Middle East Monitor

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY