Inggris Kirim 4 Jet Bomber Untuk Memulai Serangan Udara di Suriah

777

Sejumlah pesawat jet tempur Tornado dari Angkatan Udara Inggris melakukan gempuran untuk pertama kalinya di Suriah. Aksi itu terjadi beberapa jam setelah parlemen Inggris memberikan ‘lampu hijau’ alias persetujuan atas serangan militer tersebut.

11202622_1530311597287067_8873242910303208912_n

4 pesawat tempur Tornado lepas landas dari pangkalan Akrotiri di Siprus usai parlemen memberi izin. Keempat pesawat tempur tersebut masing-masing mengangkut tiga bom Paveway seberat 500 pon atau sekitar 226 kilogram.

3 jam kemudian sekitar pukul 03.00 dini hari, 2 dari 4 pesawat tempur kembali ke pangkalan tanpa membawa bom-bom tersebut. Namun tak disebutkan lokasi sasaran armada tersebut.

“2 dari 4 jet bomber itu sekarang telah kembali ke pangkalan dalam operasi ofensif pertama di Suriah,” tegas Kementerian Pertahanan Inggris seperti dikutip dari BBC, Kamis (3/12/2015).

Parlemen Inggris menyetujui serangan udara di Suriah melalui pemungutan suara pada Rabu 2 Desember malam waktu setempat. Lalu diperoleh suara 397 mendukung dan 223 lainnya menentang.

Pemungutan suara digelar setelah debat selama lebih dari 10 jam hingga menjelang tengah malam.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan, pesawat jenis Tornado milik Royal Air Force (RAF)/ Angkatan Udara Inggris untuk pertama kalinya terbang di udara Suriah semenjak konflik berlangsung.

“Untuk pertama kalinya kami meluncurkan serangan udara ke Suriah selama terjadi konflik,” kata Jubir Inggris seperti dikutip Al-Jazeera, Kamis (03/12).

Perdana Menteri Inggris David Cameron menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan negaranya guna merespon permintaan sekutunya. Dia menambahkan, langkah yang dilakukannya ini sangat diperlukan.

Selain itu, Cameron menekankan bahwa tindakan yang dilakukan Inggris dalam rangka menjamin keamanan negara, dan sebagai kontribusi militer negaranya yang telah memiliki pengaruh yang luas.

Menurut Perdana Menteri (PM) David Cameron, “menyerang ISIS” di jantung kelompok militan itu lebih baik daripada menunggu mereka menyerang Inggris.

Sejauh ini Amerika Serikat, Prancis dan Rusia dan beberapa negara lain sudah melancarkan serangan di Suriah.

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY