Imam Al Aqsa : Orang-orang Arab terlalu sibuk saling bertempur satu sama lain

1023

Imam senior Masjid Al-Aqsa dan mantan Mufti Agung, Sheikh Ikrima Sabri, mengatakan pada hari Jumat bahwa negara-negara Arab terlalu sibuk saling bertengkar sehingga tidak ada waktu untuk mengkhawatirkan Tempat Suci yang Mulia, demikian laporan Aljazeera.net. Berbicara pada khotbah Jumat, Sheikh Sabri mengatakan bahwa otoritas pendudukan Israel telah menempatkan detektor logam elektronik di gerbang Masjid Al-Aqsa untuk menguji kehendak dunia Arab.

Dia menjelaskan:

“Ini bukan ujian bagi kita karena sikap kita, seperti orang Jerusalem, sangat jelas … tapi ini adalah ujian atas kehendak negara-negara Arab yang secara diplomatis lemah karena mereka bertempur satu sama lain.”

Sabri cedera akibat tembakan dua peluru berlapis karet oleh pasukan keamanan Israel awal pekan ini saat dia memprotes tindakan yang diberlakukan di masjid oleh otoritas Zionis. Imam berusia 78 tahun itu mencatat bahwa orang-orang Arab sibuk membeli senjata “untuk membunuh satu sama lain.”

Otoritas Islam di Yerusalem meminta semua masjid di kota tersebut untuk tetap tertutup dan memerintahkan shalat Jumat dilakukan hanya di Al-Aqsa. Namun, polisi Israel – diperkuat oleh lima batalion tambahan – mencegah jamaah Muslim memasuki tempat suci tersebut.

Di bawah slogan “Day of Rage”, banyak pemimpin Palestina meminta jamaah untuk melakukan sholat Jum’at di dekat Masjid Al-Aqsa atau setidaknya di pos pemeriksaan Israel jika mereka tidak dapat melewatinya.

Middle East Monitor

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY