Hampir 75.000 warga Suriah ‘dihilangkan secara paksa’ sejak 2011

2014

Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SNHR) telah mengungkapkan bahwa mereka telah mendokumentasikan 74.607 kasus penghilangan paksa di seluruh Suriah sejak pecahnya revolusi pada Maret 2011.

Dalam laporan yang dipublikasikan Selasa berjudul “Prolonged Pain” organisasi mengatakan bahwa “pasukan rezim” bertanggung jawab untuk setidaknya 71.533 kasus penghilangan paksa. Angka itu termasuk 7.319 anggota pasukan anti-rezim dan 64.214 warga sipil, di antaranya setidaknya 4.109 anak-anak dan 2.377 perempuan.

SNHR mengklaim Daesh bertanggung jawab dalam 1.479 kasus penghilangan paksa termasuk 118 anak-anak dan 87 wanita.  Pasukan yang terkait dengan wilayah otonomi Kurdi bertanggung jawab untuk setidaknya 397 kasus; 61 anak-anak dan 11 wanita di antara mereka yang telah menghilang.

Laporan menyebutkan bahwa rezim Suriah Bashar Al-Assad sebagai pelaku terburuk dalam hal kejahatan ‘penghilangan paksa’ di era modern. Praktek ini telah berakar sejak 1980-an, selama pemerintahan ayahnya , Hafez Al-Assad. Sekitar 17.000 orang, sebagian besar dari Hama, telah menderita akibat kejahatan ini.

SNHR menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk memikul tanggung jawab sehubungan dengan penghilangan secara paksa orang di Suriah. Dan bersikeras bahwa tekanan harus ditempatkan pada rezim Suriah untuk memberikan Komisi Internasional Penyelidikan Independen akses ke semua pusat-pusat penahanan di Suriah untuk menyelidiki tuduhan tentang pelanggaran hak asasi manusia di dalamnya dan mengadili mereka yang bertanggung jawab jawab atas kejahatan tersebut.

Middle East Monitor

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY