Hamas: “Koordinasi Keamanan PA dengan Israel Merupakan Ancaman Terbesar Persatuan Palestina”

25
Fawzi Barhoum, Juru bicara gerakan Hamas.

Koordinasi keamanan antara Otoritas Palestina (PA) dengan Israel akan merugikan kepentingan nasional Palestina dan berdampak negatif terhadap peluang untuk mempromosikan rekonsiliasi nasional, kata Hamas kemarin.

Dalam sebuah pernyataan resmi, juru bicara gerakan Hamas ,Fawzi Barhoum, menekankan bahwa “Hamas terkejut oleh sikap PA di Tepi Barat yang kembali bekerjasama dengan musuh Palestina yaitu zionis Israel dalam mekanisme koordinasi keamanan, yang setara dengan bahaya terbesar bagi rakyat Palestina, persatuan Palestina dan hak-hak yang sah termasuk hak untuk menolak penjajahan.”

“Koordinasi keamanan PA dengan Israel mendistorsi reputasi rakyat Palestina, perjuangan dan sejarah Palestina,” tambahnya.

Barhoum meminta rakyat Palestina untuk menekan PA agar menghentikan tindakan yang ia pandang sebagai tindakan yang merugikan kepentingan nasional Palestina.

PA, tegasnya, harus berusaha memastikan pembicaraan rekonsiliasi berhasil dan mempromosikan proyek nasional Palestina.

Pernyataan Hamas datang sehari setelah Kapolda PA ,Hazem Atallah, mengumumkan bahwa semua pasukan keamanan PA telah sepenuhnya memulihkan kerja sama keamanan dengan Tel Aviv dua pekan lalu. “Ini untuk rakyat kita, keamanan rakyat kita dan hak rakyat kita,” katanya.

Presiden Palestina ,Mahmoud Abbas, telah menghentikan koordinasi keamanan dengan Israel pada tanggal 21 Juli 2017, menuntut Israel untuk melepaskan detektor logam yang dipasang di luar kompleks Masjid Al-Aqsa. Menurut sebuah jajak pendapat yang dilakukan pada bulan September lalu oleh Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina, sekitar 73 % orang Palestina mendukung keputusan Abbas.

Di tengah demonstrasi massal di seluruh dunia dan penolakan keras warga Palestina untuk melewati detektor logam, Israel membongkar penghalang (detektor) itu dua minggu kemudian dan mengatakan akan menggunakan langkah-langkah keamanan yang kurang menonjol. Awal pekan ini, polisi zionis Israel mulai memasang kamera di gerbang Masjid Al-Aqsa untuk memantau warga Palestina saat mereka memasuki dan keluar dari tempat suci tersebut, kantor berita Safa melaporkan.

Middle East Monitor

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY