Hamas : Hak rakyat Palestina untuk mempertahankan diri tidak bisa ditawar atau ditukar

1225

Hamas bersumpah untuk terus tetap melakukan segala bentuk upaya, termasuk menggunakan cara-cara militer, untuk “membela hak-hak” rakyatnya, koran Al-Resalah melaporkan.

Menurut surat kabar tersebut, komentar disampaikan dalam menanggapi pernyataan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman yang dimuat surat kabar Arab Al-Quds.

Lieberman mengatakan bahwa jika Hamas berhenti mempersenjatai diri dan menggali terowongan, Israel akan mengangkat pengepungan sepuluh tahun di Jalur Gaza dan membangun pelabuhan, bandara dan zona industri. Dia juga mengatakan jika ada perang di Gaza, itu akan menjadi yang terakhir, yang berarti bahwa serangan akan menjadi lebih hebat dari sebelumnya.

“Pengepungan Israel yang dikenakan di Jalur Gaza adalah kejahatan menurut hukum kemanusiaan internasional dan harus berakhir,” kata juru bicara Hamas Hazem Qasim.

“Berdasarkan hukum internasional, pendudukan harus memberikan semua kebutuhan hidup bagi bangsa yang diduduki,” Qasim menunjukkan, mencatat bahwa rakyat Palestina memiliki hak untuk memiliki terminal ke dunia luar seperti bandara dan pelabuhan yang “menjamin hak asasi dasar manusia : pergerakan bebas “.

Sementara itu, ia menegaskan bahwa senjata Hamas adalah tidak “tunduk pada pemerasan politik”, menekankan bahwa rakyat Palestina memiliki hak untuk menggunakan segala cara dan upaya untuk membela diri dalam menghadapi agresi Israel yang berulang. “Ini adalah hak yang tidak bisa ditawar atau ditukar,” katanya.

Middle East Monitor

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY