Hacker membajak saluran TV Israel dan menayangkan adzan

2110

Hacker telah membajak dua saluran berita Israel, menyiarkan klip 30 detik sebagai bentuk protes atas larangan adzan. Undang-undang yang akan disahkan Israel bertujuan untuk melarang adzan, dengan alasan menyebabkan polusi suara.

Dua saluran berita utama Israel tiba-tiba terputus pada Selasa malam oleh video adzan dan kutipan dari kitab suci Al-Qur’an. Gangguan ini, diyakini sebagai ulah hacker, yang terjadi pada malam sebelum pemungutan suara di parlemen tentang RUU untuk membatasi adzan.

Video adzan memotong program berita malam saluran TV Channel 2 dan Channel 10.
Hack singkat juga termasuk teks dalam bahasa Ibrani yang berbunyi “Ini adalah hukuman Allah; api membakar hati mereka; Allah adalah maha besar,”. Pesan tersebut muncul mengacu pada kebakaran hutan baru-baru ini di Israel yang telah memaksa puluhan ribu pemukim meninggalkan rumah mereka.
Salah satu saluran mengkonfirmasi di Twitter bahwa “hacker mengambil alih program berita Channel 2 berita dengan menyiarkan panggilan Muslim untuk shalat”.

RUU baru mengancam akan melarang adzan

Pembajakan saluran TV Israel terjadi sehari sebelum pemungutan suara awal di parlemen untuk RUU yang sangat tidak menguntungkan di kalangan umat Islam. RUU ini bertujuan untuk melarang penggunaan pengeras suara untuk mengumumkan panggailan shalat di pagi hari dan di malam hari, dengan alasan menyebabkan polusi suara.

RUU, yang didukung oleh partai sayap kanan Jewish Home, diubah pekan lalu untuk membebaskan penggunaan sirine Yahudi untuk menandai awal dari hari Sabat.
Yair Lapid, ketua partai kiri-tengah Yesh Atid, mengatakan pada hari Selasa bahwa satu-satunya tujuan RUU ini adalah untuk “penghinaan kepada Muslim,” Times of Israel melaporkan.
Beberapa pengkritik RUU telah mengklaim di Twitter bahwa kebakaran hutan adalah hukuman dari Tuhan terhadap Israel.

Ini bukan pertama kalinya hacking terjadi pada lembaga Israel. Selama agresi militer pengeboman Israel Jalur Gaza pada tahun 2014, hacker mengambil alih akun Twitter militer Israel.
Hack sebelumnya diklaim oleh hacker Saudi dan Palestina dari Gaza menghantam situs bursa Tel Aviv dan El Al, sebuah maskapai penerbangan Israel, memperlihatkan informasi tentang puluhan ribu kartu kredit.

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY