Evakuasi dimulai di kawasan terakhir yang dikuasai oposisi di Homs Suriah

573

Warga dan para pejuang oposisi mulai meninggalkan distrik yang dikuasai oposisi di kota Homs, Suriah, sekitar seminggu setelah kesepakatan gencatan senjata dicapai dengan rezim, media rezim dan kelompok pemantauan melaporkan.

Lebih dari 1.500 orang diperkirakan akan dievakuasi dari daerah al-Waer pada hari Sabtu, termasuk sekitar 500 anggota pejuang oposisi, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Gubernur Homs Talal Barazi mengatakan kepada Reuters sekitar 400 sampai 500 pejuang oposisi akan dievakuasi pada hari Sabtu, bersama dengan anggota keluarga mereka.

Berdasarkan perjanjian tersebut, lebih dari 12.000 orang akan meninggalkan kampung halaman mereka dalam beberapa konvoi selama beberapa minggu mendatang, menurut SOHR. Kesepakatan telah memicu protes karena relokasi paksa warga dari rumah mereka.

Konvoi akan membawa mereka ke kota Jarablus, dekat perbatasan Turki. Jarablus dikendalikan oleh Tentara Pembebas Suriah (FSA) yang didukung oleh Turki, dijuluki Euphrates Shield, SOHR menambahkan.

 

Sebuah konvoi direncanakan akan membawa 1.500 orang setiap minggu.

Kantor berita milik rezim, SANA melaporkan bahwa evakuasi diawasi oleh Bulan Sabit Merah Suriah serta pasukan Rusia dan rezim Suriah.

Kesepakatan telah dinegosiasikan antara tim Rusia dan oposisi, yang menyatakan bahwa sekitar 12.000 orang akan meninggalkan daerah al-Waer, di antaranya 2.500 pejuang.

Al-Waer adalah satu-satunya kawasan yang masih dalam kontriol oposisi di Homs setelah pasukan rezim mengambil alih kota pada tahun 2014. Wilayah ini telah dikepung oleh pasukan rezim selama sekitar lima bulan.

Diperkirakan 50.000 orang diperkirakan tinggal di al-Waer, jumlah tersebut turun dari sekitar 300.000 sebelum dimulainya konflik Suriah pada tahun 2011.

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY