Erdoğan:Turki Membagikan Rekaman Pembunuhan Khashoggi ke Saudi,AS,Jerman,Prancis,Inggris

60
“Pemerintah Turki telah memberikan rekaman tentang pembunuhan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi kepada pemerintah Arab Saudi,Amerika Serikat (AS),Jerman,Prancis dan Inggris” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan pada hari Sabtu(10/11).

Sumber-sumber dari Turki sebelumnya telah mengatakan bahwa pihak berwenang Turki memiliki rekaman audio yang konon mendokumentasikan pembunuhan itu.

“Kami telah memberikan rekaman,kami memberikannya kepada Arab Saudi,Washington,Jerman,Prancis dan Inggris. Mereka semua tahu sejak mereka semua mendengarkan percakapan itu dan semuanya,” kata Erdoğan dalam pidatonya di sebuah acara televisi.

Direktur CIA Gina Haspel,yang mengunjungi Turki bulan lalu untuk menginformasikan tentang penyelidikan,dilaporkan telah mendengar rekaman audio pembunuhan tersebut. Keberadaan rekaman itu telah bocor ke media tetapi tidak pernah dikonfirmasi secara terbuka sampai sekarang.

Sebelum keberangkatan ke Prancis untuk menghadiri peringatan 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I,Erdoğan mengatakan bahwa Arab Saudi tahu pembunuh Jamal Khashoggi adalah salah satu dari 15 orang yang tiba di Turki satu hari menjelang tanggal 2 Oktober,tanggal dimana Khashoggi dibunuh.

“15 orang yang datang ke Istanbul (dari Arab Saudi),yang juga termasuk di antara 18 orang yang ditahan oleh pemerintah Saudi,pasti tahu siapa yang membunuh Jamal Khashoggi dan di mana tubuhnya. Arab Saudi seharusnya bisa menyelesaikan pertanyaan  ini dengan membuat 15 orang itu berbicara,” kata Erdoğan“Para pembunuh pasti berada di antara 15 atau 18 orang ini,tidak perlu mencari orang lain”.

Erdoğan juga mengkritik sikap penguasa Saudi, “Jaksa Agung Saudi tiba di Turki untuk menghindari pertanyaan itu,”kata beliau,mengacu pada kunjungan jaksa penuntut utama Arab Saudi bernama Saud al-Mujeb untuk mendapatkan informasi tentang kasus tersebut dan pertemuan al-Mujeb dengan Kepala Penuntut Umum Istanbul Irfan Fidan, yang memimpin penyelidikan. Erdoğan juga meminta para pejabat Saudi untuk melakukan bagian mereka dalam mengungkapkan bagian yang tidak terjawab dari pembunuhan wartawan senior Saudi itu.

Khashoggi adalah seorang kolumnis dari media Washington Post yang kritis terhadap pemerintah Saudi dan penguasa de factonya,Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dinyatakan hilang pada 2 Oktober setelah memasuki konsulat Saudi untuk mengurus dokumen-dokumen untuk prosedur pernikahannya(dengan seorang wanita Turki). Pemerintah Arab Saudi awalnya menyangkal kematian Khashoggi dan kemudian mengecilkan insiden tersebut sebagai baku hantam. Pada akhirnya,dengan terbukanya sedikit fakta demi fakta, Arab Saudi mengakui bahwa pembunuhan wartawan itu adalah pembunuhan berencana dan Khashoggi wafat dalam suatu “operasi brutal” yang tidak direncanakan.

Sementara itu, Reuters melaporkan pada Sabtu (10/11) mengutip sumber kepresidenan Prancis bahwa presiden Prancis Emmanuel Macron dan mitranya dari AS Donald Trump setuju diperlukan lebih banyak rincian dari Arab Saudi mengenai kematian jurnalis Khashoggi. Macron dan Trump bertemu di Paris untuk membahas masalah keamanan dan hubungan bilateral di sela-sela upacara peringatan Perang Dunia I.


Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY