Erdogan: Pembunuhan Khashoggi Diperintahkan Oleh Pejabat Tingkat Tinggi Saudi

24

“Orang yang memerintahkan untuk membunuh Jamal Khashoggi berasal dari tingkat tertinggi pemerintah Saudi”,kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan pada Jumat (02/11) malam dalam sebuah opini di media The Washington Post yang memerinci sikap Turki atas pembunuhan wartawan itu di konsulat kerajaan Saudi di Istanbul.

“Arab Saudi masih memiliki banyak pertanyaan yang harus dijawab tentang pembunuhan Jamal Khashoggi,” bunyi judul artikel itu, yang diterbitkan sebulan setelah pembunuhan brutal itu terjadi.

“Di mana tubuh Khashoggi? Siapakah ‘kolaborator lokal’ yang diklaim oleh para pejabat Saudi untuk menyingkirkan sisa-sisa tubuh Khashoggi? Siapa yang memberi perintah untuk membunuh jiwa yang baik ini? Sayangnya, pihak berwenang Saudi telah menolak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu”, Kata Erdogan.

Menyebut mereka yang berada di balik pembunuhan ini sebagai “tuan boneka”, Erdogan mengatakan, adalah tugas komunitas internasional untuk mengungkapkan seluruh kebenaran.

Mengatakan bahwa dirinya tidak percaya bahkan untuk sedetikpun bahwa Raja Salman memerintahkan pembunuhan jurnalis kritis itu, Erdogan mengatakan meskipun Turki dan Arab Saudi menikmati hubungan persahabatan, Turki tidak akan menutup mata terhadap pembunuhan terencana yang tidak terungkap yang terjadi di depan mata kami.

“Pembunuhan Khashoggi tidak bisa dijelaskan. Seandainya kekejaman ini terjadi di Amerika Serikat atau di tempat lain, pihak berwenang di negara-negara itu pasti akan menyelidikinya sampai ke dasar dari apa yang terjadi. Tidak mungkin bagi kami untuk bertindak dengan cara lain,” Erdogan menambahkan.

“Pembunuhan Khashoggi adalah pelanggaran yang jelas dan penyalahgunaan Konvensi Wina tentang Hubungan Konsuler,” katanya, menekankan betapa pembunuhan Khashoggi di Konsulat telah melanggar norma internasional.

“Tidak menghukum para pelaku pembunuhan bisa menjadi preseden yang sangat berbahaya”, kata Erdogan.

Khashoggi, seorang wartawan dan kolumnis Saudi untuk media The Washington Post, dinyatakan hilang setelah memasuki Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.

Saudi awalnya mengatakan Khashoggi telah meninggalkan gedung konsulat dalam keadaan hidup,beberapa pekan kemudian pemerintah Saudi mengakui bahwa Khashoggi telah meninggal (terbunuh) di sana.

Investigasi atas insiden itu menunjukkan adanya regu pembunuh khusus yang datang ke konsulat untuk membunuh Khashoggi dan menutupi pembunuhan itu. Komunitas internasional menolak untuk menerima klaim Saudi bahwa insiden itu bukan pembunuhan terencana, yang kemudian pada perkembangan terbaru, Saudi akhirnya mengakui bahwa pembunuhan itu adalah terencana.

Juru bicara Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP,partai yang memerintah saat ini di Turki),Omer Celik, mengatakan bahwa Turki tidak akan mengizinkan siapapun menutup-nutupi kasus pembunuhan Khashoggi.

Sementara itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan menekankan bahwa semua rincian kasus harus diungkapkan, termasuk siapa yang memberi perintah untuk pembunuhan terencana tersebut. Erdoğan juga telah sering kali meminta Saudi untuk mengungkapkan identitas seorang kolaborator lokal (yang menurut penuturan pejabat Saudi) terlibat dalam menyingkirkan tubuh Khashoggi.

Turki meminta untuk ekstradisi 18 tersangka yang ditahan di Arab Saudi atas pembunuhan Khashoggi. Hal ini juga menekan Arab Saudi untuk memberikan informasi tentang siapa yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi dan dimana lokasi jenazahnya.

 

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY