Erdogan Menyerukan Rakyat Turki Menceritakan Tragedi 15 Juli Melalui Seni dan Sastra

492

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengecam media internasional yang menggambarkan teroris sebagai pahlawan dan mengabaikan korban mereka, dan menutup mata pada upaya kudeta mematikan 15 Juli yang menewaskan sedikitnya 248 orang. Erdogan meyerukan rakyat Turki untuk menceritakan kisah kudeta mematikan melalui literatur dan seni.

“Standar ganda organisasi media internasional dalam meliput kejadian yang telah kita alami dalam beberapa tahun terakhir telah diketahui,” kata Presiden Erdogan upacara pembukaan Fourth Istanbul CNR International Book Fair, yang tahun ini bertema kudeta gagal 15 Juli.

Mengatakan bahwa dunia menutup mata untuk kemenangan gemilang Turki atas upaya kudeta, Erdogan menekankan berulang kali untuk menceritakan kisah tentang apa yang terjadi pada malam 15 Juli melalui literatur dan seni adalah hal yang penting.

“Ini adalah tugas yang mengikat kita semua untuk memegang warisan ini,” katanya. “Seperti biasa, kita tidak bisa mengandalkan hati nurani atau tindakan orang lain.”

Kudeta gagal 15 Juli, dipimpin oleh Fetullah Gulen dan Kelompok teror Gülenist (FETO) yang berbasis di Amerika Serikat menyebabkan setidaknya 248 orang terbunuh dan sekitar 2.200 orang terluka.

Book Fair akan menampilkan pameran tentang kudeta 15 Juli disponsori oleh Anadolu Agency. Acara dan diskusi panel tentang kudeta juga akan berlangsung selama 10 hari di pameran tersebut.

Statistik menunjukkan bahwa warga Turki masih membaca rata-rata hanya 10 jam per tahun, Erdogan mengatakan otoritas Turki telah mencoba untuk meningkatkan melek huruf dan minta membaca.

“Saya percaya bahwa Turki harus berada di antara 10 peringkat teratas dunia tidak hanya di bidang ekonomi tetapi juga dalam budaya dan seni, pada tahun 2023”, katanya.

17029002_230188220778205_1459425836_n

Menurut Erdogan, presiden saat ini bekerja pada sebuah proyek baru untuk membangun perpustakaan dan ruang pameran serba guna di selatan istana kepresidenan. Erdogan mengatakan perpustakaan akan terbuka untuk umum, 24 jam sehari.

Perpustakaan akan memiliki 5 juta buku hardcover, termasuk manuskrip dan buku langka, buku elektronik, majalah, dan koleksi khusus, tambahnya.

“Ada perpustakaan di seluruh dunia yang meninggalkan jejak, mengubah jalur ilmu perpustakaan, dan memimpin masa depan bangsa,” katanya. “Mudah-mudahan, perpustakaan kepresidenan ini akan berfungsi sebagai model dan menandai sebuah era.”

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY