Erdogan mengatakan Turki tidak akan menerima instruksi dari Irak

7591

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi harus ‘tahu batasannya’

ANKARA

Ankara tidak akan menerima instruksi dari Irak tentang kamp militer Turki di Bashiqa, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Selasa.

Dalam sebuah pidato di Dewan Islam Eurasia ke-9 di Istanbul, Erdogan mengatakan kepada Perdana Menteri Irak Haidar al-Abadi agar “tahu batasannya,” mengingatkannya kehadiran militer Turki di Irak adalah karena permintaan yang dibuat oleh Baghdad sendiri.

“Dia [Abadi] mencela saya … Hal ini tidak penting bagi kami jika Anda berteriak di Irak. Kami akan pergi dengan cara kami sendiri,” kata Erdogan.

Pemimpin Turki mengatakan Abadi sendiri telah meminta pembentukan sebuah pangkalan militer di Bashiqa, terletak sekitar 12 kilometer (7,5 mil) di timur laut dari kota Mosul yang dikuasai Daesh. Permintaan pemerintah Irak datang pada masa mantan Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu.

Erdogan mengatakan Turki memiliki “bukti rekaman” tentang permintaan bantuan keamanan pemerintah Irak dan mengatakan rekaman ini akan disiarkan “hari ini atau besok”.

“Sekarang, dia [Abadi] mengatakan:. ‘Mundur dari sini’. Tentara Republik Turki belum kehilangan posisinya sehingga dapat menerima instruksi dari Anda,” tambah Erdogan. Presiden Erdogan juga mengatakan Turki akan terus melakukan “segala usaha yang diperlukan”.

Dia menambahkan Turki tidak bisa “menjadi penonton belaka” atas perkembangan di Irak: “Jika Irak dan Suriah berada dalam kesulitan, maka Turki adalah yang paling bertanggung jawab untuk menempatkan semua jenis usaha untuk menyelesaikan masalah itu dan mengambil tindakan.”

Dia menambahkan: “Sebelum hal lain, ini adalah kebutuhan persaudaraan dan bertetangga. Untuk ini, kita tidak membutuhkan izin dari manapun..”

Erdogan juga mengatakan Turki tidak “memiliki kepentingan tersembunyi di wilayah atau mengusik kedaulatan siapa pun” dan mengatakan negaranya tidak memiliki tujuan selain “memastikan keamanan wilayah kami dan ingin menjamin kesejahteraan umat Islam di wilayah tersebut”.

Mengenai Teroris Organisasi Fetullah (Feto), Erdogan mengatakan kelompok itu adalah ancaman sama seperti Daesh bagi umat Islam dan seluruh dunia.

“Ancaman ini [Feto] tidak hanya bagi Turki,” katanya. Dia menambahkan Eurasia adalah daerah ekspansi pertama Feto, tempat di mana mereka “sangat aktif”.

Erdogan juga mengatakan Daesh, yang “akan membunuh orang yang tidak mematuhinya”, adalah sama dengan Feto yang telah “menembaki rakyat Turki pada 15 Juli”.

Pemerintah Turki menyatakan Feto, dipimpin oleh Fetullah Gulen yang berbasis di AS, telah mengorganisir kudeta serta gerakan untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi ke lembaga Turki, khususnya militer, polisi dan pengadilan.

Anadolu Agency

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY