Erdogan : ‘Gerbang perbatasan akan dibuka jika Kalian melangkah terlalu jauh’

10892

Presiden Turki mengatakan kepada Uni Eropa: ‘Gerbang perbatasan akan dibuka jika Kalian melangkah terlalu jauh’

ANKARA

Presiden Turki mengecam keras Uni Eropa pada hari Jumat, menyatakan mereka telah melanggar janji pada pengungsi.

Berbicara pada pertemuan Asosiasi Perempuan dan Demokrasi di Istanbul, Erdogan mengatakan Turki adalah pihak yang telah memberi makan kepada lebih dari tiga juta pengungsi.

Merujuk kepada Uni Eropa, ia menambahkan: “Kalian tidak menepati janji kalian. Ketika 50.000 pengungsi ada di perbatasan Kapikule [Turki-Bulgaria], Kalian berteriak.”

“Kalian mulai berkata: ‘Apa yang akan kita lakukan jika Turki membuka gerbang perbatasan?'”

“Jika Kalian melangkah terlalu jauh, gerbang perbatasan akan dibuka,” katanya.

Mengacu pada kasus pengungsi balita Suriah, Aylan Kurdi, yang tubuhnya terdampar di Turki pada tahun 2015, Erdogan mengatakan: “Sekarang di dunia ini ada jutaan Aylan Kurdi yang menunggu respon, kasih sayang dan kemurahan. Apakah ada langkah-langkah yang diambil bagi mereka? Tidak.”

“Ada jutaan bayi, wanita, dari (usia)  7-70 [tahun] di Afrika menunggu solusi. Dan tidak ada langkah-langkah yang diambil. ”

Merujuk pada Uni Eropa, ia berkata: “Kalian tidak pernah memperlakukan kemanusiaan dengan jujur. Kalian tidak mengambil ‘balita Aylan’ ketika mereka terdampar di Mediterania atau ‘bayi Omran’.”

Omran Daqneesh adalah anak Suriah lima tahun yang difoto pada bulan Agustus dengan wajahnya ditutupi debu dan darah. Gambarnya kemudian menjadi ikon dari penderitaan warga sipil di negara yang dilanda perang.

“Adalah kami, yang memberi makan 3-3.5 juta pengungsi di Turki. Kalian [Uni Eropa] melanggar janji kalian.”

“Baik saya, maupun orang-orang Turki akan membeli kepura-puraan ini,” kata Presiden.

Presiden Erdogan menegaskan kritiknya terhadap Uni Eropa pada hari Jumat pada upacara pelantikan di Istanbul.

“Mereka menyambut komplotan kudeta dengan karpet merah. Mereka merasa tidak nyaman karena kami mengalahkan komplotan kudeta. Jika komplotan kudeta berhasil pada tanggal 15 Juli, mereka akan melompat dengan sukacita di Eropa, “tambahnya.

Turki secara resmi mengajukan diri untuk menjadi anggota Uni Eropa pada tahun 1987, sementara pembicaraan aksesi dimulai pada tahun 2005.

Pada hari Kamis, Parlemen Eropa menyetujui mosi yang tidak mengikat untuk membekukan pembicaraan Uni Eropa-tentang keanggotaan Turki, dalam menanggapi penyelidikan pasca-kudeta dan perkembangan terakhir di negara itu.

Merespon kritik keras Erdogan, pemerintah Jerman memperbaharui komitmen kesepakatan pengungsi Uni Eropa-Turki, dan mengisyaratkan kesiapan untuk membahas masalah dalam pelaksanaannya.

“Kami menganggap perjanjian Uni Eropa-Turki sebagai sebuah keberhasilan bersama,” kata wakil juru bicara pemerintah Jerman Ulrike Demmer dalam konferensi pers di Berlin, Jumat.

“Kelanjutan dari perjanjian ini adalah untuk kepentingan semua pihak. Uni Eropa mempertahankan komitmen dan juga akan mematuhinya, “katanya.

Demmer mendesak semua pihak untuk menahan retorika mereka dan membahas permasalahan dalam pembicaraan langsung.

“Ancaman dari kedua belah pihak tidak akan membantu sekarang. Jika ada masalah, kita harus mengatasinya. Seperti yang saya katakan, perjanjian ini adalah untuk kepentingan semua pihak, “tegasnya.

Kanselir Jerman Angela Merkel telah memperjuangkan perjanjian Uni Eropa-Turki pada tanggal 18 Maret, yang ditujukan untuk mengecilkan angka migrasi ilegal melalui Laut Aegean.

Perjanjian tersebut memperkenalkan langkah-langkah ketat terhadap perdagangan manusia, sementara Uni Eropa menjanjikan bantuan keuangan untuk memperbaiki kondisi hampir tiga juta pengungsi Suriah di Turki.

Sejak perjanjian mulai berlaku, Jerman mencatat adanya penurunan tajam dalam jumlah pengungsi, membantu Merkel untuk mengatasi meningkatnya tekanan dalam negeri atas krisis migran.

Tahun lalu, Merkel menyuarakan kebijakan pintu terbuka bagi para pengungsi meskipun kritik luas dan Jerman menerima rekor 890.000 pengungsi.

Anadolu Agency

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY