Erdoğan: Assad seorang teroris, tidak mungkin untuk mempertahankan dia

65
Turkey's President Tayyip Erdogan speaks during a news conference with Tunisia's President Beji Caid Essebsi (not pictured) at Carthage Palace in Tunis, Tunisia, December 27, 2017. REUTERS/Zoubeir Souissi

TUNIS – Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Rabu menyebut pemimpin rezim Suriah, Bashar al-Assad sebagai seorang teroris dan mengatakan bahwa tidak mungkin upaya perdamaian Suriah berlanjut dengannya.

Kementerian luar negeri rezim Suriah dengan cepat menanggapi pernyataan ini dengan menuduh Erdogan mendukung kelompok-kelompok teroris yang memerangi Assad dalam perang Suriah.

Turki telah menuntut penggulingan Assad dari kekuasaan dan mendukung kelompok oposisi yang berjuang untuk menggulingkannya.

“Assad jelas merupakan teroris yang telah melakukan terorisme negara,” kata Erdogan dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan televisi bersama Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi di Tunis.

“Tidak mungkin mempertahankan Assad. Bagaimana kita bisa merangkul masa depan dengan seorang presiden Suriah yang telah membunuh hampir satu juta warganya?” katanya, dalam beberapa komentar.

Meskipun Turki telah lama menuntut penggulingan Assad, saat ini Turki lebih terfokus di Suriah mengenai ancaman dari Daesh YPG afiliasi artai Pekerja Kurdistan (PKK) di Suriah, yang telah membentuk “koridor teror” di wilayah perbatasan selatan Turki.

Turki mengatakan milisi YPG Kurdi Suriah, yang disebut Ankara sebagai perpanjangan PKK yang merupakan organisasi terlarang dan telah melakukan pemberontakan di Turki tenggara sejak tahun 1980an, tidak dapat diundang ke perundingan damai Suriah di ibukota Kazakhstan, Astana.

YPG adalah elemen utama dalam kelompok SDF yang didukung Washington dengan pelatihan, senjata, dukungan udara dan penasihat militer dalam pertempuran melawan Daesh. Dukungan A.S. tersebut dikecam keras oleh Ankara.

Meskipun ada perbedaan kebijakan dengan Rusia dan Iran, Turki telah bekerja dengan dua kekuatan tersebut dalam mencari solusi politik di Suriah.

Erdoğan menekankan pentingnya perundingan perdamaian yang diadakan di Astana dan Jenewa, dan menambahkan: “Rakyat Suriah harus memutuskan masa depan mereka sendiri dengan hasil perundingan ini.”

Ankara, Moskow dan Teheran juga memperantarai kesepakatan untuk mendirikan dan memantau “zona de-eskalasi” untuk mengurangi pertempuran antara oposisi dan pasukan rezim Assad di provinsi Idlib yang dikuasai oposisi Suriah.

“Kami tidak bisa mengatakan (Assad) akan berperan dalam hal ini. Tidak mungkin bagi Turki untuk menerima ini. Suriah Utara telah diserahkan sebagai koridor teror. Tidak ada kedamaian di Suriah dan perdamaian ini tidak akan dicapai dengan Assad, “kata Erdogan.

Reuters

 

 

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY