Erdogan : Al Bab akan segera dibebaskan dan target selanjutnya adalah Manbij

3823

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa kota Al-Bab di Suriah utara akan segera dibebaskan dari Daesh.

Reuters melaporkan bahwa Erdogan menyampaikan pidato di kota Izmir pada kesempatan peresmian pabrik gas alam, mengatakan bahwa Tentara Pembebas Suriah (FSA), yang didukung oleh militer Turki, akan segera membebaskan Al-Bab.

FSA telah mengepung Al-Bab, yang telah dikuasai oleh Daesh selama bertahun-tahun, selama beberapa minggu terakhir. Bentrokan antara FSA dan Daesh telah meningkat selama beberapa hari terakhir.

Dalam pernyataan sebelumnya, Erdogan mengatakan bahwa tentara Turki berencana untuk pembebasan kota sehingga bisa menjadi tempat perlindungan yang aman bagi warga Suriah yang mengungsi.

Erdogan mengatakan, “Sayangnya, beberapa tentara Turki terluka dan gugur … Namun, jalan yang menghubungkan Al-Bab dengan Aleppo telah berada di bawah kontrol. Mudah-mudahan, Al-Bab akan segera dibebaskan dan penduduknya akan kembali ke rumah mereka.”

FSA yang didukung militer Turki semkin dekat untuk membebaskan kota al-Bab dari militan Daesh dam Manbij dan Afrin dibawah kendali PYD sangat mungkin menjadi target berikutnya.

Pejuang FSA Turki yang didukung telah mengetuk pintu al-Bab beberapa waktu lalu. Namun, pembebasan kota tertunda karena kekhawatiran masih adanya warga sipil yang tinggal di sana sampai akhir minggu lalu, dengan penyebab terhambatnya operasi telah diselesaikan, FSA kembali melancarkan serangan untuk membebaskan al-Bab dari teroris Daesh.

Angkatan Bersenjata Turki (TSK) kemarin mengatakan total 140 target Daesh, termasuk markas besar militer, hancur pada hari Sabtu sebagai bagian dari Operasi Euphrates Shield. Sabtu menandai heri ke – 123 operasi, yang diluncurkan pada 24 Agustus. Dengan FSA yang semakin dekat dengan pembebasan al-Bab dengan bantuan militer Turki, Ankara tampaknya telah menetapkan Manbij yang dikuasai PYD sebagai target selanjutnya. Presiden Recep Tayyip Erdogan, Sabtu mengatakan para pejuang FSA akan bergerak menuju Manbij setelah pembebasan al-Bab. “Turki tidak akan memungkinkan pembentukan sebuah negara baru di Suriah utara,” Erdogan menegaskan kembali, berbicara di Dewan Hubungan Ekonomi Luar Negeri Turki (DEİK) di Istanbul.

Pada bulan November, Erdogan telah mengisyaratkan kemungkinan serangan terhadap sayap bersenjata PYD, Unit Perlindungan Rakyat (YPG), di Manbij. “Ini [pembebasan al-Bab] tidak cukup. Kami akan bergerak menuju Manbij. Mengapa? Karena ada YPG disana,” kata Erdogan.

Operasi Euphrates Shield telah didorong ke selatan untuk membersihkan Daesh dari al-Bab, membentuk zona bebas teror bebas 5.000 meter persegi yang terdiri dari kota al-Bab, al-Rai, Azaz, Jarablus dan Manbij.

Koridor bebas teror akan menjamin keamanan bagi perbatasan selatan Turki dengan Suriah, juga menyediakan tempat berlindung yang aman bagi penduduk setempat di wilayah tersebut, yang akan menghentikan masuknya massa pengungsi yang datang ke Turki.

Operasi ini juga dimaksudkan untuk menjaga kota aman dari pasukan rezim Assad dan teroris PKK / PYD, yang berusaha untuk menciptakan sebuah “negara” di Suriah utara.

Kegagalan PKK / PYD untuk merebut al-Bab berarti bahwa wilayah itu tidak akan dapat terhubung dengan Manbij, di tepi barat Sungai Eufrat dengan Afrin dekat perbatasan Turki.

PYD / PKK bertujuan untuk membangun kanton dan menyatakan wilayah otonom di barat laut Suriah dari Afrin sampai Ayn al-Arab dan kanton Jazeera di timur laut, yang ditentang kelompok oposisi karena mengancam integritas teritorial Suriah.

Pada 13 November, pejuang FSA yang didukung Turki berhasil merebut posisi dua kilometer dari al-Bab.

Turki telah menyuarakan keprihatinan atas YPG yang menguasai Manbij, yang memiliki penduduk mayoritas Arab. Turki juga telah memperingatkan terhadap tujuan YPG untuk menciptakan perubahan demografi di wilayah yang mereka rebut dari Daesh.

Sementara itu, kehadiran YPG telah menjadi masalah gesekan politik antara Ankara dan Washington. Ankara berpendapat bahwa dukungan AS, terutama persenjataam, kepada Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang dipimpin oleh YPG, akhirnya akan dipindahkan ke PKK dan akan digunakan melawan Turki.

Meskipun peringatan Ankara telah berulangkali ditujukan ke YPG agar semua pasukan YPG ditarik dari Manbij dan dipindahkan ke timur Eufrat, kelompok teroris tetap berada di kota dan bahkan bergerak ke barat menuju al-Bab.

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY