Duta Besar Rusia Untuk Turki Ditembak Mati

1184

Duta Besar Rusia Untuk Turki,Andrey Karlov, tewas setelah ditembak beberapa kali di sebuah pameran seni di ibukota Turki -Ankara- pada Senin (19/12) malam. Berita ini datang dari juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova.

15589672_1191542220932958_1391230194213077654_n

Karlov sedang menyampaikan pidato pada upacara pembukaan sebuah galeri seni ketika penyerang bersenjata menembaki tubuh Karlov dan kemudian penyerang juga melepaskan tembakan ke udara, menurut koresponden Anadolu Agency yang menyaksikan kejadian itu.

Dubes itu telah terluka serius di tempat kejadian dan dibawa ke Rumah Sakit Guven di Cankaya segera sesaat setelah peristiwa tembakan.

Zakharova mengatakan Rusia menganggap serangan senjata ini sebagai “serangan teror”. Rusia akan membawa masalah itu ke Dewan Keamanan PBB, juru bicara itu menambahkan. Zakharova menambahkan bahwa insiden harus diselidiki secara rinci dan pelaku harus dihukum sesuai.

Penyerang itu telah ‘dinetralkan’ selama operasi yang berlangsung sekitar 15 menit dengan pasukan khusus polisi Turki di lokasi kejadian, sebuah galeri Seni Kontemporer di distrik Cankaya Ankara pusat.

Juru Bicara Kremlin,Dmitry Peskov, mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden Vladimir Putin telah diberitahu tentang insiden itu. “Kami telah memberitahu Presiden Putin. Kami akan memeriksa informasi,” tambah Peskov.

Zakharova juga mengatakan bahwa mereka telah menghubungi otoritas Turki.

Dalam sebuah konferensi pers, Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan Turki dan Rusia akan membentuk komite bersama untuk menyelidiki serangan. Erdogan mengatakan serangan itu adalah provokasi yang ditujukan merusak hubungan Turki dengan Rusia.

Presiden Erdogan Digambarkan insiden tersebut sebagai serangan terhadap Rusia serta terhadap orang-orang Turki.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pembunuhan Dubes ini menargetkan hubungan Rusia-Turki dan Upaya perdamaian Suriah.

Erdogan berbicara kepada Putin membahas insiden itu melalui sebuah percakapan telepon.

Berbicara kepada wartawan di Moskow, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa serangan itu bukan hanya menargetkan duta besar Rusia, tapi juga menargetkan pemulihan hubungan diplomatik Turki dan Rusia.

Berbicara kepada wartawan di luar lokasi serangan, Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan bahwa penyerang telah diidentifikasi sebagai seorang polisi yang sedang tidak bertugas yang berusia 22 tahun dan telah bekerja di Ankara sejak dua setengah tahun terakhir.

Soylu menambahkan bahwa insiden itu adalah “serangan teror” atas hubungan antara Turki dan Rusia. Dia mengatakan Karlov adalah teman yang dapat dipercaya dan Turki berduka atas serangan itu.

Menteri dalam negeri Turki menyampaikan belasungkawa ke Rusia dan kepada keluarga diplomat serta menambahkan bahwa motif dari penyerang ini tidak dikenali. Soylu lebih lanjut mengatakan bahwa tiga orang terluka dalam serangan itu.

Di Washington, Departemen Luar Negeri AS mengutuk serangan itu, ‘apapun penyebabnya’. “Pikiran dan doa kami bersama korban dan keluarga mereka,” kata juru bicara John Kirby dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson juga bereaksi di akun Twitter resminya: “.Terkejut mendengar pembunuhan Duta Besar Rusia untuk Turki. Pikiran saya bersama dengan keluarganya. Saya mengutuk serangan pengecut ini”.

Andrey Gennadyevich Karlov lahir pada tahun 1954 di Moskow. Dia lulus dari Institut Negara di Moskow jurusan Hubungan Internasional pada tahun 1976. Pada tahun 1992 ia lulus dari Akademi Diplomatik. Dia bekerja pada posisi yang berbeda di Kementerian Luar Negeri Uni Soviet dan Rusia, serta misi-misi asing.

Karlov mejadi Duta Besar Rusia untuk Turki sejak Juli 2013. Karlov menikah dan memiliki seorang putra.

Anadolu Agency, TRT World

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY