Delegasi Turki dikirim ke Gaza untuk mengatasi krisis listrik

1835

Kementerian Energi Turki mengirimkan delegasi ke Jalur Gaza untuk membahas cara menanggulangi krisis energi kronis wilayah itu.

GAZA CITY, Palestina

Delegasi dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Alam Turki mengunjungi Jalur Gaza untuk membahas cara memenuhi suplai listrik di wilayah tersebut.

Kunjungan itu dilaksanakan dua minggu setelah Ankara dan Tel Aviv sepakat untuk menormalkan hubungan setelah terputus selama enam tahun.

Menurut sumber kementerian, anggota delegasi – yang tiba di Gaza pada hari Minggu malam – akan bertemu dengan pejabat Israel dan perwakilan dari Hamas yang mengelola pemerintahan di Gaza untuk membahas cara mengatasi masalah di sektor energi di wilayah itu.

Gaza menderita krisis energi parah yang telah memaksa pemerintah setempat untuk mengadopsi sistem rotasi, dengan memotong daya di bagian-bagian tertentu di Gaza dalam rangka untuk memasok listrik ke daerah lain.

Hal ini disebabkan kekurangan dalam jumlah pasokan listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik satu-satunya di Gaza, ditambah dengan kenyataan bahwa listrik yang disediakan oleh Israel dan Mesir tidak cukup untuk memenuhi permintaan energi Jalur Gaza.

Menyusul kunjungannya ke Gaza, delegasi Turki diharapkan dapat memberikan laporan tentang temuannya kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Alam, Berat Albayrak.

Laporan ini akan mencakup penilaian kebutuhan energi; fakta tentang produksi lokal, transmisi dan distribusi energi; dan rekomendasi untuk mengatasi masalah kronis infrastruktur listrik Gaza yang hancur agresi militer Israel.

Laporan ini juga akan diserahkan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan kabinet Turki, setelah roadmap akan disiapkan cara menerapkan rekomendasi laporan itu.

Sejumlah perusahaan swasta Turki dilaporkan telah menyatakan minat dalam membantu memenuhi kebutuhan energi Gaza dalam hal produksi, transmisi dan distribusi energi.

Pekan lalu, sebuah kapal bantuan Turki yang berlabuh di pelabuhan Israel Ashdod membawa 11.000 ton bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

Masuknya bantuan Turki ke Gaza dilaksanakan setelah kesepakatan yang ditandatangani akhir bulan lalu antara Turki dan Israel di mana dua pihak sepakat untuk memulihkan hubungan diplomatik setelah terputus selama enam tahun.

Sejak tahun 2007, 1,9 juta penduduk Gaza telah menderita di bawah blokade Israel-Mesir, mengakibatkan warga Gaza kesulitan memenuhi kebutuhan paling dasar mereka, terutama makanan, bahan bakar, obat-obatan dan material konstruksi.

Anadolu Agency

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY