Dahlan, tokoh Fatah anti Turki dan pro Al Sisi kemungkinan akan menggantikan Abbas

6520

Mantan Kepala Keamanan Palestina Muhammad Dahlan, dikenal karena kerja samanya dengan Feto dan sikap anti-Turki, menerima dukungan dari UEA dan rezim Mesir, mungkin akan mengambil alih psosisi Abbas pada akhir November

Kelompok al-Fatah Palestina bersiap untuk memilih pemimpin baru pada akhir bulan dimana Mahmoud Abbas, presiden Otoritas Palestina dan pemimpin al-Fatah, kemungkinan besar tidak akan lagi menjabat. Rival utama Abbas, Muhammad Dahlan yang tinggal di Uni Emirat Arab dan belum pernah ada di Palestina selama lima tahun terakhir.

Abbas 81 tahun yang telah memecat Dahlan dari Komite al-Fatah pada 2011. “Uni Emirat Arab, Mesir dan Yordania berencana untuk era pasca-Mahmoud Abbas maka Muhammad Dahlan akan berkuasa di kepresidenan Palestina, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Otoritas Palestina,” Middle East Eye melaporkan pada Mei lalu , mengutip sumber anonim dari Palestina.

Dahlan adalah tokoh populer karena ia telah bergabung dalam pembicaraan damai untuk Suriah di Kairo pada Maret lalu, dia berpartisipasi dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh Presiden Rusia Valdimir Putin pada 2015 dan muncul di beberapa saluran TV, menampilkan dirinya sebagai seorang pria yang dapat menyelamatkan wilayah.

Dahlan juga menikmati pengaruh yang cukup besar di Mesir melalui hubungan langsung dengan Al-Sisi, yang memungkinkan dia untuk mempengaruhi media Mesir. Selain itu, ia telah berupaya untuk membeli beberapa situs-situs berita di Yordania, “Al-Monitor melaporkan April lalu.

Permusuhan melawan Turki sangat jelas saat ia menyerang Turki dan Presiden Recep Tayyip Erdogan pada setiap kesempata. Jelas bahwa Dahlan yang didukung oleh UAE dan rezim Mesir tidak menyukai peran aktif Turki di wilayah tersebut. Dahlan telah menerima kewarganegaraan Serbia pada 2013 setelah berjanji pada Belgrade untuk membawa investasi senilai jutaan dolar. “Pada bulan Februari 2015, Ivica Dacic, Menteri Luar Negeri Serbia, menegaskan bahwa Serbia telah memberikan Dahlan kewarganegaraan pada 2013. Dahlan dilaporkan berjanji pada Serbia investasi jutaan dolar dari Uni Emirat Arab, di mana ia telah tinggal sejak 2011,” Balkan Insight melaporkan Juli lalu.

Dahlan dengan jaringan regional dan internasional di Kairo dan Abu Dhabi, membuatknya memiliki pengaruh besar karena ia dianggap sebagai penasehat keamanan Pangeran Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan. Posisi ini telah memberikan Dahlan kekuasaan dan kehidupan mewah di UEA .

Beberapa media Turki memberitakan bahwa Dahlan juga terlibat dalam kudeta 15 Juli, yang didalangi oleh anggota Fethullah Teror Cult (Feto). Pernyataan Mesir, segera setelah kudeta, memastikan bahwa anggota Feto dapat berlindung di Mesir membawa pertanyaan apakah Dahlan dan rezim otokratis Mesir bekerja sama melawan Turki. Selain itu, saluran TV milik Dahlan, Gad al-Arabi, yang beroperasi di Mesir telah memasang billboard dengan poster Erdogan, menggambarkan dirinya sebagai Sultan. Setelah pemimpin Feto Fethullah Gulen memberikan wawancara kepada saluran TV tersebut.

Selain poster Erdogan, Gad al-Arabi juga memasang poster pemimpin Tertinggi Syiah dan Revolusi Iran, Ayatullah Ali Khamenei di jalan kota Kairo Mesir dan menyulut protes massa di Mesir atas poster tersebut.

cvn1apvumaariya

Daily Sabah

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY