Biadab, 938 Bom Barel Dijatuhkan Assad di Suriah Sepanjang April 2017

94
Sumber : Syrian Network for Human Rights

SNHR (Syrian Network for Human Rights)  merilis laporan bulanannya terkait penggunaan bom barel oleh pasukan rezim Assad pada bulan April 2017.

Laporan tersebut mencatat bahwa bom barel adalah senjata yang dahsyat dan dapat menimbukan efek kerusakan yang parah. Oleh karena itu, bom barel tidak hanya membunuh warga sipil tetapi juga meneror dan memaksa penduduk untuk pindah sehubungan dengan kehancuran yang diciptakannya. Menjatuhkan bom barel dari pesawat tempur dengan cara yang biadab dan primitif ini adalah suatu kejahatan perang. Setiap bom barel yang dijatuhkan dianggap sebagai kejahatan perang.

Selanjutnya, laporan tersebut juga mencatat bahwa bom barel digunakan untuk pertama kalinya pada Senin, 1 April 2012 oleh rezim di kota Salqein. Selain itu, bom barel adalah senjata buatan lokal yang digunakan oleh pasukan rezim Suriah karena biayanya yang lebih rendah daripada rudal dan memiliki dampak merusak yang sangat besar.

Bom barel adalah senjata khas yang tanpa pandang bulu dapat membunuh siapa saja. Data mencatat bahwa 99% korban yang terbunuh oleh bom barel yang dijatuhkan oleh rezim Assad adalah warga sipil. Persentase korban perempuan dan anak-anak bervariasi antara 12-35% dalam beberapa kasus.

Vitaly Churkin, mantan perwakilan Rusia di PBB, mengatakan bahwa rezim Suriah telah berhenti menggunakan bom barel. Namun, dari hasil pemantauan dan dokumentasi harian yang diperoleh SNHR menujukkan bahwa, tanpa diragukan lagi, rezim Assad terus membunuh dan menghancurkan Suriah dengan menjatuhkan ratusan bom barel.

Laporan tersebut melaporkan bahwa tidak kurang dari 938 bom barel dijatuhkan sepanjang bulan April 2017. Sebagian bom barel ini dijatuhkan di Provinsi Hama, diikuti oleh Aleppo, kemudian pinggiran kota Damaskus, dan pinggiran kota Aleppo. Pemboman ini mengakibatkan terbunuhnya 16 warga sipil termasuk 7 orang anak dan 4 orang wanita. Selain itu, 2 fasilitas publik penting rusak akibat serangan tersebut, diantaranya 1 masjid dan 1 unit fasilitas medis.

Laporan tersebut menekankan bahwa rezim Assad, tanpa diragukan lagi, telah melanggar Resolusi Dewan Keamanan 2139 dengan menggunakan bom barel secara meluas dan sistematis, yang juga merupakan kejahatan kemanusiaan. Selain itu rezim Suriah yang dipimpin oleh Assad tersebut telah melanggar banyak peraturan Hukum Kemanuusiaan Internasional. Hal tersebut diwujudkan dalam pemboman tanpa pandang bulu dan tidak proporsional karena penggunaan kekuatan yang berlebihan.

Laporan tersebut meminta Dewan Keamanan PBB untuk memastikan pelaksanaan resolusinya dengan serius. Resolusi ini hanya omong kosong belaka, dan oleh karena itu Dewan Keamanan PBB telah kehilangan semua kredibilitas dan tujuannya. Laporan tersebut juga menuntut agar embargo senjata diberlakukan pada rezim Assad, dan semua pihak yang memasok dana dan senjata kepada rezim Assad harus diadili dengan mempertimbangkan resiko bahwa senjata-senjata ini dapat digunakan untuk melakukan kejahatan dan pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia. (SNHR)

Berikan Tanggapan Anda...

comments