Berlin Menolak Laporan Intelijen Jerman Yang Mengkritik Arab Saudi

1130

Pemerintah Jerman kemarin menolak mengeluarkan temuan badan intelijen mengenai rencana Arab Saudi untuk memerintah dunia Arab, menegaskan bahwa Arab merupakan “mitra penting” di Timur Tengah, Arabi21 melaporkan.

Juru bicara Steffen Seibert mengatakan bahwa sangat “penting” bagi negara memiliki sikap “bersatu” terhadap peran Arab Saudi di wilayah tersebut. “Evaluasi dari intelijen Jerman tidak mencerminkan sikap persatuan ini,” tambah Seibert.

Dia mengatakan bahwa tidak berarti perbedaan pendapat dilarang dalam sistem penguasa politik kita, tapi Arab Saudi “merupakan faktor yang sangat penting di kawasan ini,” mengacu pada peran kemitraan Saudi dalam pembicaraan Suriah di Wina, Austria, dan rencana Riyadh untuk mengadakan pertemuan bagi kelompok oposisi Suriah.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Martin Schaefer mengatakan bahwa bahwa tidak ada maslah dalam hubungan kami dengan badan intelijen yang “baik dan kredibel” mengenai Timur Tengah, mencatat bahwa informasi yang dikeluarkan hanya untuk pemerintah bukan untuk wartawan.

Badan intelijen Jerman melaporkan bahwa Wakil Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad Bin Salman dan ayahnya Raja Salman, yang mulai memerintah pada bulan Januari, berencana untuk menjadi “pemimpin dunia Arab” melalui agenda kebijakan luar negeri mereka.

Dikatakan bahwa mereka bekerja untuk mencapai tujuan mereka “dengan komponen militer yang kuat serta aliansi regional baru”. Laporan menyebutkan keterlibatan Saudi dalam perang melawan pemberontak Houthi di Yaman.

Middle East Monitor

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY