Benteng Daesh di Dabiq, Suriah digempur militer Turki dan FSA

6213

Militer Turki mengklaim bahwa mereka telah menewaskan 80 militan Daesh

20161012_syrian-opposition-attack-daesh-during-operation-euphrates-shield-in-dabiq-aleppo-8

Militer Turki bersama FSA memulai serangan terhadap benteng Daesh di desa Dabiq di barat laut Suriah hari ini, seorang komandan FSA yang terlibat dalam kampanye militer dan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) mengatakan.

Menurut SOHR, Daesh telah menempatkan sekitar 1.200 anggotanya di sana, sementara media pemerintah Turki melaporkan bahwa militer Turki telah menyerang sasaran Daesh di seluruh wilayah termasuk pemboman udara.

Militer Turki mengklaim bahwa mereka telah menewaskan 80 militan Daesh dan bahwa jet tempur Turki telah menghancurkan dua barak darurat yang digunakan oleh militan serta tiga bangunan lainnya.

Ankara meluncurkan “Operasi Eufrates Shield” Agustus lalu dengan menyebarkan kekuatan militer di Suriah utara dalam mendukung kelompok oposisi moderat Suriah yang menentang Bashar Al-Assad, diantaranya adalah FSA.

Turki telah menyatakan bahwa operasi militer di Suriah utara dirancang untuk mendorong Daesh menjauhi perbatasan, serta untuk mengamankan kembali barat Sungai Eufrat dari milisi Kurdi yang terkait dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

PKK telah terlibat dalam operasi separatis berdarah terhadap negara Turki selama beberapa dekade, dan masuk dalam daftar organisasi teroris oleh Turki, Amerika Serikat, Inggris dan Uni Eropa.

FSA dan militer Turki mencoba untuk merebut Dabiq sebelum memulai operasi militer dengan tujuan utama di Al-Bab, 30 kilometer timur laut dari wilayah Aleppo timur yang dikuasai oposisi Suriah dan saat ini terkepung.

Dabiq adalah simbol penting untuk kelompok militan Daesh karena mereka percaya itu adalah lokasi pertempuran untuk menghancurkan “Rum” dan musuh-musuh Islam. Sebuah wilayah lainnya, Amaq, juga disebutkan, dan dua daerah ini digunakan sebagai nama untuk kantor media Daesh.

Middle East Monitor

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY