Arab Saudi berusaha mewujudkan persatuan Islam pada KTT OKI di Istanbul

1367

RIYADH: Arab Saudi ingin memastikan KTT Organisasi Kerjasama Islam (OKI) KTT akhir pekan ini mampu mengatasi masalah di wilayah Timur Tengah, dan menjalin hubungan yang lebih erat dengan Turki di bidang ekonomi dan politik, termasuk perang melawan terorisme.

Hal ini sesuai dengan pernyataan duta besar Saudi di Ankara, Adil Mirdad, yang mengatakan kedua negara telah bekerja sama di beberapa bidang sebagai anggota OKI. Dalam sebuah wawancara, Mirdad mengatakan KSA ingin memastikan KTT OKI mampu menyatukan umat Muslim.

Dia mengatakan keyakinan ini telah menjadi dasar dari tindakan Arab Saudi sejak negara ini didirikan oleh almarhum Raja Abdul Aziz. Mereka telah mengusahakan hal tersebut dan sekarang dilanjutkan di bawah Penjaga Dua Masjid Suci Raja Salman, katanya.

Dia mengatakan Arab Saudi dan Turki berbagi pandangan yang sama tentang beberapa isu termasuk Palestina, Suriah dan Irak.
“Negara kami ingin menyatukan Irak, dan berkeinginan Suriah mempertahankan kedaulatan penuh atas wilayahnya tanpa pemisahan apapun, dan tanpa Assad yang telah menyeret negara ke dalam lubang dan menyebabkan rakyatnya mengungsi,” katanya.

Dia mengatakan masalah penting yang dibahas pada KTT OKI diharapkan akan menyelesaikan banyak konflik di wilayah, yang telah menjadi semakin buruk selama 100 tahun terakhir. Sangat penting bagi semua negara untuk mencapai kesamaan pandangan dan memberikan solusi yang efektif, katanya.

Sehubungan dengan terorisme, ia mengatakan: “KSA dan Turki dapat bekerjasama untuk mencapai banyak hal. Kedua negara memiliki pengaruh besar di kawasan dan internasional dan dapat menemukan solusi atas terorisme radikal, terutama di Suriah dan Irak, dan perang melawan Daesh. ”

Dia mengatakan solusi akan didasarkan pada visi Raja Salman, terutama untuk Suriah, di mana dukungan diberikan untuk Koalisi Nasional dan oposisi. “Selama KTT OKI yang diselenggarakan di Kairo pada tahun 2013, Arab Saudi dan Turki sepakat bahwa rezim Suriah telah melakukan kejahatan keji terhadap rakyat Suriah'”

“Jadi, sangat penting untuk menyatukan negara-negara Islam dan mengadopsi visi ini, dan terus menempatkan tekanan pada masyarakat internasional dan Dewan Keamanan untuk mengambil tindakan yang diperlukan dalam hal ini.”

Perjanjian harus didasarkan pada resolusi PBB, yang harus memberikan jalan pada transisi ke pemerintahan Suriah yang baru, dan melawan upaya Iran untuk mencampuri wilayah tersebut, katanya.

Arab News

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY