Angkatan Darat Nasional yang didukung Turki dibentuk di Suriah

317

Tentara nasional dengan kekuatan 22.000 personil yang baru terbentuk adalah kekuatan tempur terbesar di Suriah sejak perang di Suriah dimulai tahun 2011

Sekitar 30 sub-kelompok Tentara Pembebas Suriah (FSA), di bawah dukungan Turki, telah bersatu untuk membentuk Tentara Nasional dengan kekuatan 22.000 personil menjadi kelompok bersenjata terbesar Suriah yang akan berperang melawan rezim Assad, Daesh dan Partai Buruh Kurdistan (PKK).

Pentagon membentuk MOC

Pada tahun 2014, Komando Operasi Militer (MOC) didirikan oleh Pentagon menjadi satu-satunya pusat untuk mengkoordinasikan bantuan kepada pejuang oposisi.

MOC, yang dijalankan oleh perwira Amerika, melakukan hubungan dengan kelompok-kelompok kecil tapi tidak mengkoordinir lebih dari 40.000 pejuang Angkatan Darat Suriah (FSA) yang beroperasi pada tingkat disiplin dan profesionalisme tertinggi.

Tiga puluh kelompok bergabung

Tentara Nasional yang didukung Turki, atau al-Jaysh al-Watani dalam bahasa Arab, terdiri dari lebih dari 30 sub kelompok yang bertempur di provinsi Aleppo, Idlib, Homs, Hama, Raqqa, Hasaka, Deir Ezzor dan Latakia, menjadikannya kekuatan tempur terbesar di Suriah sejak perang dimulai pada tahun 2011.

Tentara Nasional dengan kekuatan 22.000 personil, yang didirikan oleh kepala Pemerintahan Sementara Suriah, Jawad Abu Hatab, siap memainkan peran besar dalam operasi Afrin yang akan datang.

Angkatan Darat Nasional akan ikut ambil bagian dalam operasi Afrin 

Dalam Operasi Euphrates Shield yang diluncurkan pada bulan Agustus 2016, Tentara pembebas Suriah (FSA) – dengan dukungan tentara Turki – telah membersihkan wilayah seluas 2.000 kilometer persegi (sepanjang 772 mil persegi) di sepanjang batas wilayah Turki-Suriah dari kelompok teroris. Lebih dari 15.000 personil tentara di Tentara Nasional Suriah yang baru didirikan sedang bersiap untuk mengambil bagian dalam operasi Afrin yang akan datang melawan teroris PKK.

PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, Uni Eropa dan Amerika Serikat. PKK telah melakukan kekerasan bersenjata di bagian tenggara Turki sejak tahun 1984. Lebih dari 40.000 orang, kebanyakan warga sipil, terbunuh dalam konflik tiga dasawarsa ini.

Setelah operasi Afrin, brigade Angkatan Darat Nasional akan berperang bersama Angkatan Bersenjata Turki (TAF) dalam operasi Tal Abyad dan Manbij.

Tiga brigade Türkmen

Ada tiga brigade Turkmen di antara jajaran Tentara Nasional yang baru diumumkan yang dibentuk setelah sebuah pertemuan di Azaz. Brigade ini termasuk brigade Sultan Mehmet Fatih, yang berada di bawah komando Doğan Suleiman, dan Muntasir Billah dan Brigade Sultan Murat yang baru berdiri.

Yeni Safak

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY