Anatolia adalah tempat berlindung teraman bagi jutaan pengungsi selama berabad-abad

5441

Sejak abad ke-19, Anatolia wilayah Turki yang terletak di sisi Asia adalah tempat berlindung terbesar bagi banyak kelompok etnis seperti Tatar Krimea, Iran, Irak, Suriah dan banyak lainnya yang melarikan diri dari kekerasan, kekacauan di negara mereka.

resized_bcd7a-8ee7fb87resized_2d9b280a5d2b6gocmen01

Wilayah Anatolia, yang telah menjadi tuan rumah bagi lebih dari 3 juta pengungsi Suriah, telah menjadi tempat berlindung paling aman bagi orang-orang yang melarikan diri dari kekerasan di negara mereka sejak abad ke-19 dimana pengungsi dari Tatar Krimea, Iran, Irak dan Balkan melarikan diri kekejaman dan mencari suaka di sana.

Turki telah menerapkan kebijakan pintu terbuka untuk warga Suriah selama enam tahun dan telah memberikan kehidupan baru bagi mereka dengan menyediakan pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis.

Sejarah mencatat gelombang imigrasi ke wilayah Anatolia dimulai dengan migrasi Tatar Krimea dan kelompok ini dikenal merupakan jumlah terbesar dari orang Muslim yang telah tiba di Anatolia.
Setelah Tatar Krimea, 2,5 juta orang Circassians berusaha untuk bermigrasi ke Anatolia, dimana sekitar 1 juta dari mereka tewas sebelum mereka bisa mencapai Anatolia.

Selain itu, lebih dari satu juta orang Georgia bermigrasi ke Anatolia antara tahun 1828-1921. Antara 1922-1938, 384.000 orang tiba di Anatolia dari Yunani sebagai bagian dari pertukaran populasi antara Yunani dan Turki. Seiring dengan Yunani; 10.000 dari Makedonia, lebih dari 300.000 dari Yugoslavia dan 800.000 dari Bulgaria menetap di Turki.
Tatar Krimea diikuti oleh Georgia dan Sirkasia, orang yang tinggal di Kaukasus, seperti Dagestanians, Chechen, Laz dan juga Albania, Bosnia, Pomak.

Sejak awal Perang Dunia II, Uzbek, Kazaks, Kyrgyz, Turkmen, Karakalpaks, Balkars, Karachays, Azeri, Dagestanians, Ingushes, dan Chechen bermigrasi ke Turki karena kekacauan di negara-negara mereka sebagai konsekuensi dari perang.
Setelah Revolusi Iran tahun 1979, lebih dari 1 juta Azeri, Farsi dan Kurdi bermigrasi ke Turki dari Iran.

Pada 1980-an, selama Perang Soviet-Afganistan, sejumlah besar keturunan Turki dari Afghanistan mencapai Turki dan lebih dari 50.000 warga Irak tiba setelah pembantaian Aleppo pada tahun 1988 dan sekitar 500.000 warga Irak masuk ke Turki pada tahun 1991 setelah Perang Teluk.

Yeni Safak

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY