Ada 20 Negara yang Berpartisipasi Dalam Latihan Militer “North Thunder”

4555
Angkatan darat KSA sedang menyiapkan diri untuk latihan. Sebanyak 20 negara ikut berpartisipasi dalam latihan militer terbesar yang mengambil tempat di utara Arab Saudi.

Angkatan bersenjata dari negara-negara Arab, negara-negara Islam dan negara sahabat mulai tiba di Arab Saudi pada hari Minggu (14/02) untuk berpartisipasi dalam latihan militer “North Thunder” (Guntur Utara) yang akan diselenggarakan dan dikomandoi oleh Kerajaan Arab Saudi.

Manuver akan diadakan di Kota Militer Raja Khalid (King Khalid Military City-KKMC) di Hafr Al-Batin dengan partisipasi 20 negara dan pasukan Semenanjung Perisai GCC yang telah dibentuk.

Negara-negara yang berpartisipasi adalah Saudi Arabia, UAE, Jordan, Bahrain, Senegal, Sudan, Kuwait, Maladewa, Maroko, Pakistan, Chad, Tunisia, Kepulauan Comoro, Djibouti, Oman, Qatar, Malaysia, Mesir, Mauritania, dan Mauritius.

North Thunder adalah latihan militer terbesar dari jenisnya dalam hal jumlah negara peserta yang terlibat dan peralatan militer yang digunakan, termasuk hadirnya model jet tempur yang berbeda, yang mencerminkan kuantitatif dan kualitatif persenjataan yang dimiliki pasukan.

Latihan ini juga akan menyaksikan partisipasi dari berbagai artileri, tank, infanteri, sistem pertahanan udara, dan angkatan laut dalam simulasi untuk mencerminkan tingkat kesiapan tertinggi dari 20 negara peserta.

North Thunder mengirimkan pesan yang jelas bahwa Kerajaan Arab Saudi dan negara-negara saudara serta negara-negara sahabat yang bergabung dalam manuver ini berdiri bersama-sama dalam menghadapi semua tantangan untuk memelihara perdamaian dan stabilitas regional khususnya dan dunia pada umumnya.

Sementara itu, analis mengatakan latihan ini menekankan bahwa pemimpin dari negara-negara peserta sepenuhnya setuju dengan visi Kerajaan Arab Saudi tentang pentingnya perlindungan,perdamaian dan realisasi stabilitas di kawasan itu.

Kerajaan Arab Saudi saat ini memimpin kampanye militer terhadap pemberontak yang didukung Iran di Yaman. Pada bulan Desember lalu, Kerajaan juga mengumumkan pembentukan aliansi militer negara islam untuk melawan terorisme.

Arab News

Berikan Tanggapan Anda...

comments

LEAVE A REPLY